Dengan model serupa, Garut Selatan diharapkan bisa naik kelas dari sekadar pemasok bahan baku menjadi pemain utama dalam rantai pasok pangan nasional.
Integrasi sektor pertanian jagung dan peternakan ayam pedaging ini diharapkan bisa menekan angka kemiskinan secara signifikan.
Petani jagung akan memiliki pasar pasti melalui pabrik pakan, sementara peternak mendapat bahan baku murah, yang pada akhirnya menurunkan harga produk akhir seperti telur dan daging ayam bagi masyarakat.
Baca Juga:Respon Tegas Menteri Purbaya terhadap Kasus Alumni LPDP Viral: Pengembalian Dana Beasiswa hingga BlacklistIndonesia Lakukan Impor Beras Amerika, 1.000 Ton Beras Siap Diluncurkan
Acara pengarahan ini juga dihadiri oleh Wakil Komandan (Wadan) Yonif TP 890/GS, Kapten INF Rahman Nur Rumagia, menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah dan TNI dalam mendukung pembangunan wilayah perbatasan dan tertinggal.
Kunjungan Bupati ini sejalan dengan agenda lain di Mekarmukti, seperti panen raya jagung di lahan Yonif TP 890/GS yang juga digelar sekitar periode yang sama, menegaskan komitmen untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat pertumbuhan pertanian dan ketahanan pangan.
Dengan akselerasi ini, Bupati Syakur berharap Garut Selatan tidak lagi menjadi wilayah tertinggal, melainkan motor penggerak ekonomi Kabupaten Garut yang berkelanjutan dan inklusif.
Masyarakat dan kepala desa diimbau untuk aktif terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan program ini demi mewujudkan kesejahteraan bersama. (*)
