RADARGARUT.ID – Memasuki awal pekan, Senin, 23 Februari 2026, pergerakan harga emas batangan produksi PT Logam Mulia terpantau belum mengalami perubahan.
Mengacu pada data terbaru yang dirilis melalui laman resmi mereka, harga hari ini terpantau masih sama seperti dengan posisi pada hari Sabtu, 21 Februari 2026 kemarin.
Meskipun saat ini harga dasar berada di angka Rp2.944.000, namun dengan tambahan kenaikan akumulatif sebesar Rp68.000, kini harga jual emas Antam secara resmi menetap di angka Rp3.012.000 per gram.
Baca Juga:Tata Cara Wudhu yang Benar di Bulan Ramadhan agar Tidak Membatalkan PuasaHarga Daging Ayam Berangsur Turun di Sejumlah Pasar Garut
Bagi Anda yang berencana untuk melakukan transaksi investasi emas hari ini, berikut adalah daftar harga lengkap mulai dari pecahan terkecil:
- 0,5 Gram: Rp1.556.000
- 1 Gram: Rp3.012.000
- 2 Gram: Rp5.964.000
- 5 Gram: Rp14.835.000
- 10 Gram: Rp29.615.000
- 25 Gram: Rp73.912.000
- 50 Gram: Rp147.745.000
- 100 Gram: Rp295.412.000
Perlu diketahui, setiap pembelian emas dikenakan kewajiban pajak. Mengacu pada PMK No.34/PMK.10/2017, ketentuan ini berlaku untuk transaksi emas dengan berat mulai 1 gram hingga 1 kilogram, sehingga tidak ada pengecualian berdasarkan ukuran.
Aturan serupa juga diterapkan saat melakukan penjualan kembali (buyback) emas ke PT Antam Tbk. Untuk transaksi dengan nilai di atas Rp10 juta, akan dikenakan PPh Pasal 22.
Kepemilikan NPWP menjadi penting karena tarif pajak yang dipotong sebesar 0,45%. Sementara itu, bagi yang tidak memiliki NPWP, tarifnya menjadi 0,9%.
Mengapa Harga Emas Berfluktuasi?
Pergerakan harga emas dipengaruhi sejumlah faktor. Berdasarkan informasi dari Treasury, salah satu faktor utama adalah kebijakan suku bunga di Amerika Serikat.
Nilai emas dan dolar AS cenderung bergerak berlawanan arah. Saat dolar menguat, harga emas umumnya tertekan. Sebaliknya, ketika dolar melemah, emas berpotensi menguat.
Selain faktor ekonomi, dinamika geopolitik global turut memengaruhi harga emas. Logam mulia ini kerap dipandang sebagai aset lindung nilai (safe haven), sehingga permintaannya meningkat ketika terjadi ketidakpastian atau konflik.
Baca Juga:Rutin Lakukan Vaksinasi, PMK di Peternak KPGS Berhasil DikendalikanPasar Kaget Leuwigoong Diserbu Pembeli, Para Pedagang Takjil Ketiban Rejeki Setiap Hari
Namun, saat kondisi global lebih stabil dan ekonomi membaik, minat terhadap emas biasanya menurun karena investor mulai beralih ke instrumen lain yang menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi.(*)
