GARUT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, mengungkapkan terkait prediksi kondisi cuaca sekarang masih dalam tahap siaga darurat bencana hidrometeorologi basah.
Kepala Pelaksana BPBD Garut, Aah Anwar Saefulloh, mengatakan bahwa kondisi siaga darurat ini akan berakhir hingga 30 April 2026.
“Siaga darurat bencana hidromotologi basah, dan ini berakhir sampai 30 April dan sekarang sudah mulai pada puncaknya,” katanya saat dikonfirmasi di Lapangan Setda Garut, Senin 23 Februari 2026.
Baca Juga:Vivo V70 5G Resmi Hadir! Ini Keunggulan dan Spesifikasi LengkapnyaHarga Emas Antam 23 Februari 2026 Masih Tertahan, Simak Daftar Lengkap dan Penyebabnya
Untuk laporan bencana, kata Aah, memang ada laporan namun hanya lokal kebanjiran sudah ditangani, serta terjadi longsor di Kecamatan Banjarwangi yang sempat menutup akses jalan.
“Laporan-laporan ada, tapi lokal yang memang kebanjiran, tapi surut lagi, iya banjarwangi tapi longsoran-longsoran itu sudah diperbaiki dan jalur sudah bisa diperbaiki dan sudah bisa dilalui,” katanya.
Aah memberikan imbauan kepada masyarakat Garut, agar tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama rumah yang berada di tebing-tebing, karena kondisi tanah di Garut Selatan tanahnya ekstrim.
“Setiap saat kita memberikan imbauan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap rumah-rumah pada tebing yang ekstrim, karena memang secara umum Garut Selatan ini pada lingkungan yang memang kondisi tanahnya ekstrim,” sambungnya.
Ia berharap agar terus menjaga lingkungan, jangan dijadikan Alih Fungsi Lahan, dan melarang untuk membuat embung air.
“Terus jangan ada alih fungsi lahan, dan jangan membuat embung-embung air dalam kemiringan yang curam,” tutupnya. (Rizka)
