GARUT — Peristiwa tewasnya seorang pelajar di Maluku yang diduga melibatkan oknum anggota Brimob memicu keprihatinan dan kekecewaan dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Garut.
Sekretaris Umum (Sekum) PC PMII Garut, Rizki Zidan menilai kasus tersebut harus ditangani secara transparan dan berkeadilan. Ia menyampaikan bahwa pihaknya merasa terpukul atas kabar tersebut, terlebih jika dugaan keterlibatan aparat penegak hukum benar adanya.
“Pelanggaran hukum yang dilakukan oleh anggota penegak hukum tidak bisa ditolerir. Jika benar ada keterlibatan oknum aparat, maka proses hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu,” ujar Rizki, Senin (23/2).
Baca Juga:3 Pelaku Curanmor Diringkus Polisi, Motor Korban Sempat Disembunyikan di KebunPolsek Pasirwangi Amankan 36 Botol Miras dalam Razia Cipta Kondisi Ramadan
Menurutnya, institusi kepolisian merupakan garda terdepan dalam menjaga keamanan dan memberikan rasa perlindungan kepada masyarakat. Karena itu, setiap dugaan pelanggaran yang melibatkan aparat harus disikapi dengan serius agar tidak semakin menggerus kepercayaan publik.
“Kami merasa kecewa dan prihatin. Aparat yang seharusnya menjadi pengayom masyarakat justru disebut-sebut terlibat dalam tindakan yang merenggut nyawa seorang pelajar. Ini tentu menjadi pukulan bagi kepercayaan masyarakat terhadap penegak hukum,” katanya.
Rizki menambahkan, peristiwa ini bukan hanya soal individu yang diduga terlibat, tetapi juga menjadi refleksi terhadap sistem pengawasan dan pembinaan internal di tubuh Polri.
“Publik berharap penanganan kasus ini tidak berhenti pada klarifikasi saja. Harus ada proses hukum yang transparan, independen, dan berkeadilan agar tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menyoroti bahwa korban merupakan seorang siswa yang menjadi simbol masa depan bangsa. Kehilangan nyawa dalam situasi yang seharusnya dapat dihindari meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan masyarakat.
“Seorang siswa adalah simbol masa depan. Kejadian seperti ini menyisakan luka yang tidak hanya dirasakan keluarga, tetapi juga masyarakat luas. Rasa aman yang selama ini diharapkan dari aparat negara menjadi terasa rapuh,” ungkap Rizki.
PC PMII Garut, lanjutnya, mendesak agar kepolisian mengambil langkah tegas dan terbuka dalam menangani kasus tersebut. Penindakan yang objektif dinilai menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan publik.
