GARUT – Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di kalangan peternak yang tergabung dalam Koperasi Peternak Garut Selatan (KPGS) sekarang ini sudah berhasil dikendalikan.
Upaya vaksinasi rutin yang dijalankan secara kontinyu oleh KPGS dan peternak, menjadi kunci keberhasilan dalam menekan penyakit menular tersebut.
Manager Divisi Operasional Pelayanan Teknis KPGS, Agus SM, menjelaskan, pihaknya melakukan langkah vaksinasi secara berkala yaitu per enam bulan sekali.
Baca Juga:Pasar Kaget Leuwigoong Diserbu Pembeli, Para Pedagang Takjil Ketiban Rejeki Setiap HariPPRGB Sarankan Pemkab Garut Lakukan Penghijauan dengan Buah-buahan
Hasilnya pun cukup signifikan. Sekarang ini, nyaris tidak ditemukan lagi kasus PMK di kalangan peternak yang tergabung dalam KPGS.
“Kalau mengenai PMK, alhamdulillah KPGS itu sudah melakukan hampir, 99% mungkin ya. Dilakukan vaksin secara rutin per enam bulan sekali. Alhamdulillah pada bulan ini, sebelum puasa kita sudah membereskan vaksin seluruh populasi yang ada di KPGS,” jelasnya.
Agus melanjutkan, dari total lebih dari 2.500 populasi sapi perah yang berada di peternak KPGS, seluruhnya sudah menjalani vaksinasi secara bertahap dan terjadwal sesuai anjuran pemerintah.
“Populasi yang ada di KPGS itu sekitar 2500 lebih, ya. Alhamdulillah kita sudah melaksanakan vaksin secara bertahap per enam bulan sekali sesuai anjuran pemerintah. Alhamdulillah lancar,” lanjutnya.
Dampaknya, kata Agus, sangat terasa di lapangan. Sekarang ini belum ada lagi pelaporan sapi yang mengidap atau diduga mengidap PMK.
“Dan efeknya itu, alhamdulillah di KPGS belum ada pelaporan-pelaporan yang korban atas PMK. Belum ada, alhamdulillah. Dan mungkin, mungkin ke depan tidak ada lah, gitu,” katanya.
Menurutnya, langkah ini akan terus dilakukan secara berkala dan berkelanjutan guna menekan kasus PMK menjadi nol. Selama ini PMK memang dirasakan sangat besar dampaknya terhadap peternak. Kerugian yang ditimbulkan sangat besar.(Feri)
