PPRGB Sarankan Pemkab Garut Lakukan Penghijauan dengan Buah-buahan

(Feri/Radar Garut)
bibit alpukat di kios bibit buah-buahan di Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong. (Feri/Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – Ketua Pemuda Pemudi Rakyat Garut Bersatu (PPRGB), Ferry Nurdiansyah, menyarankan kepada Pemerintah Kabupaten Garut untuk memilih komoditi buah-buahan dalam program penghijauan lahan kritis.

Usulan ini dinilai lebih berkelanjutan sekaligus akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Ferry Nurdiansyah menjelaskan, tanaman buah mempunyai banyak keunggulan ekologis dan sosial dibandingkan dengan pohon produksi kayu.

Baca Juga:Salah Satu Atasan Pabrik di Garut Beprilaku Tak Senonoh, Karyawan MuakPengunjung Membludak, SOR Kerkof Garut Capai PAD Tahun 2025 Sebesar Rp1,32 Miliar

Menurutnya, pohon buah umumnya tidak akan ditebang, karena nilai utamanya bukan terletak pada kayunya, melainkan pada hasil panen atau buahnya.

“Jika menanam buah-buahan, pohonnya tidak akan ditebang, dan buahnya akan bermanfaat. Jadi kalau mau penghijauan, sebaiknya pilih komoditi buah-buahan,” jelasnya.

Ferry memandang, pendekatan ini bisa meminimalkan potensi penebangan di masa yang akan datang. Berbeda dengan pohon produksi yang kayunya dimanfaatkan, pohon buah cenderung dipelihara supaya terus berproduksi.

Di samping dapat menjaga tutupan lahan, masyarakat juga bisa menikmati hasil buahnya untuk konsumsi, bahkan berpotensi meningkatkan nilai ekonomi keluarga.

PPRGB dalam hal ini juga memberikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Garut yang tengah menggencarkan gerakan penghijauan lahan kritis, khususnya dalam momentum Hari Jadi Garut ke-213.

Surat edaran yang sebelumnya sudah dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Garut kepada tiap instansi, merupakan langkah positif untuk membangun kesadaran bersama.

“Saya mengapresiasi pemerintah kabupaten Garut, yang sudah mengeluarkan surat edaran kepada setiap instansi pemerintah untuk melakukan penghijauan di momen hari jadi Garut,” katanya.

Baca Juga:Aksi Balap Liar di Jalan Ibrahim Adjie Garut Resahkan Warga Saat NgabuburitRombongan Bus Wisatawan Padati Sukaregang Setiap Akhir Pekan, Dishub Garut Dorong Penyediaan Lahan Parkir

Walau demikian, PPRGB juga mengingatkan agar gerakan penghijauan ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial hari jadi Garut saja. Penghijauan ini harus dirancang sebagai agenda rutin dan berkelanjutan supaya dampaknya terasa dalam jangka panjang.

Ia juga mendorong supaya tanggung jawab penghijauan tidak hanya dibebankan secara institusional, melainkan harus menjadi kewajiban tiap individu di lingkungan pemerintahan.

Menurutnya, setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) seharusnya diberikan tanggung jawab untuk menanam pohon sebagai bagian dari kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan.

Dengan pendekatan berbasis komoditas buah dan keikutsertaan secara aktif aparatur pemerintah, PPRGB optimistis gerakan penghijauan di Kabupaten Garut bisa berjalan lebih efektif, produktif, dan memberi manfaat ekologis sekaligus sosial bagi masyarakat luas.(Feri)

0 Komentar