Namun, untuk suaminya, LPDP sedang melakukan pendalaman internal dan berpotensi memanggil untuk klarifikasi serta sanksi jika terbukti melanggar.
Tyas sendiri akhirnya meminta maaf secara terbuka via Instagram dan Threads, mengakui ucapannya salah dan memicu kegaduhan. Ia menegaskan tetap mencintai Indonesia.
Kasus ini jadi pengingat betapa sensitifnya isu kewarganegaraan, nasionalisme, dan tanggung jawab moral bagi penerima beasiswa negara di era media sosial.
Baca Juga:Penataan PKL Garut 2026: Pemkab Siapkan 500 Lapak di Garut Plaza dan Sterilkan Trotoar Ahmad YaniGoogle Pixel 10a Resmi Meluncur: Spesifikasi, Harga, dan Fitur AI Terbaru 2026
Meski secara hukum sah, cara penyampaian Tyas membuatnya kontroversial. Semoga jadi pelajaran bagi awardee LPDP lain untuk lebih bijak bermedsos dan memperkuat nilai kebangsaan. (*)
