RADARGARUT– Gema takbir dan suasana syahdu menyelimuti Masjid Agung Garut pada Rabu malam, 18 Februari 2026, menandai dimulainya rangkaian ibadah di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Di tengah ribuan jemaah yang memadati ruang utama masjid, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, hadir melaksanakan salat tarawih perdana yang dipimpin langsung oleh Ketua DKM Masjid Agung Garut, K.H. Muhammad Sufina.
Namun, kehadiran Bupati malam itu bukan sekadar formalitas ibadah. Di hadapan masyarakat dan jajaran aparatur yang hadir, Syakur menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi Ramadan yang harus bertransformasi menjadi energi positif dalam bekerja dan melayani sesama.
Baca Juga:Penataan PKL Garut 2026: Pemkab Siapkan 500 Lapak di Garut Plaza dan Sterilkan Trotoar Ahmad YaniGoogle Pixel 10a Resmi Meluncur: Spesifikasi, Harga, dan Fitur AI Terbaru 2026
Mengawali sambutannya, Bupati Syakur menunjukkan sikap rendah hati dengan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
Ia menyadari bahwa sebagai pelayan publik, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut tentu tidak luput dari kekurangan dalam memenuhi ekspektasi masyarakat.
“Dina kasempatan ieu, salaku pribados sareng rengrengan Pemerintah Kabupaten Garut nyungkeun neda dihapunten dina sagala kakirangan salami ieu dina melayani masyarakat,” ungkapnya dalam bahasa Sunda yang akrab.
Salah satu poin paling strategis yang ditekankan Bupati adalah kebijakan jam kerja Aparatur Sipil Negara selama bulan puasa.
Pemkab Garut melakukan langkah berani dengan menyesuaikan jadwal masuk kantor menjadi pukul 06.30 WIB.
Kebijakan ini bukan tanpa alasan. Syakur ingin mengubah pola hidup masyarakat, khususnya pegawai pemerintah, agar tidak terjebak dalam rasa kantuk setelah santap sahur dan salat subuh.
Ia mendorong para ASN untuk langsung mengalihkan energi spiritual setelah tadarus menjadi energi kerja yang nyata.
Baca Juga:Huawei Band 11 Pro Resmi Dirilis: Smartband Premium dengan Fitur Kesehatan Kelas MedisPemkab Garut Rancangkan Kegiatan Ramadhan Festival Di Garut Plaza: Dukung UMKM Dan Pedagang Musiman
”Jangan jadikan ibadah saum sebagai alasan menurunnya produktivitas. Justru di bulan ini, etos kerja harus tetap terjaga atau bahkan meningkat sebagai bentuk ibadah kita kepada masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, pelayanan publik yang prima adalah manifestasi dari kesalehan sosial yang nyata.
Menutup arahannya, Bupati berharap Ramadan 1447 H ini menjadi titik balik bagi peningkatan disiplin masyarakat Garut.
Dengan perpaduan antara ketaatan beragama dan semangat kerja yang tinggi, ia optimis pembangunan di Kabupaten Garut akan berjalan lebih akseleratif.
Semangat kebersamaan yang terpancar dari Masjid Agung diharapkan terus konsisten hingga Idulfitri tiba, membawa dampak ekonomi dan sosial yang positif bagi seluruh warga. (*)
