“Saya sudah menjalani sidang etik, semoga ini jadi pelajaran,” katanya.
Namun, janji ini diragukan oleh sebagian netizen. Di media sosial, tagar #SahroniTolol kembali trending, dengan kritik bahwa politisi seperti dia lebih mementingkan kekuasaan daripada akuntabilitas publik.
Wakil Ketua Umum NasDem Saan Mustopa membela dengan mengatakan bahwa Sahroni telah menyelesaikan sanksinya sepenuhnya dan layak kembali karena pengalamannya di bidang hukum dan keamanan.
Kembalinya Sahroni ke Komisi III yang membidangi hukum, HAM, dan keamanan memicu pertanyaan lebih dalam tentang sistem etik di DPR.
Baca Juga:Hasil Persib vs Ratchaburi FC: Maung Bandung Menang di GBLA, Namun Terhenti di ACL Two 2025/2026Xiaomi HyperOS 3: Revolusi Ekosistem "Human x Car x Home" Yang Lebih Cerdas
Bagi masyarakat, ini bukan sekadar rotasi jabatan, tapi cerminan bagaimana elite politik menangani kesalahan. (*)
