KDM Dorong Garut Berkembang Tanpa Adanya Eskploitasi Alam

(instagram @bupatigarut/radargarut.id)
Sambutan KDM dalam rapat paripurna Hari Jadi Garut ke-213 (instagram @bupatigarut/radargarut.id)
0 Komentar

RADARGARUT– Momentum peringatan Hari Jadi Kabupaten Garut ke-213 tahun 2026 menjadi titik balik penting bagi arah pembangunan daerah “Swiss van Java” ini.

Dalam helatan Rapat Paripurna yang digelar di Gedung DPRD Kabupaten Garut, Rabu 18 Februari 2026, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM, memberikan pesan kuat mengenai masa depan Garut.

Di bawah tema besar “Garut Gumiwang Tanjeur Dangiang”, terselip sebuah misi besar yaitu membawa Garut bersinar tanpa harus mengorbankan kelestarian lingkungannya.

Baca Juga:Kontroversi Kembalinya Ahmad Sahroni sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI: Benarkah Sanksi Etik Hanya Canda?Ditelantarkan Koloni, Bayi Monyet Ini Peluk Boneka Untuk Penuhi Kasih Sayang

Pariwisata sebagai Tambang Emas Tanpa Limbah

Dedi Mulyadi menekankan bahwa kekayaan hakiki Garut bukanlah pada apa yang bisa digali dari perut buminya secara destruktif, melainkan pada keindahan lanskapnya yang membentang dari gunung hingga pantai.

Menurutnya, sektor pariwisata memiliki daya tawar yang jauh lebih tinggi dibandingkan sektor pertambangan jika dikelola dengan profesional.

Sektor ini bukan hanya sekadar hiburan, melainkan mesin penggerak ekonomi yang mampu menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah secara signifikan melalui pajak langsung.

Berbeda dengan tambang yang memiliki masa pakai dan risiko kerusakan ekosistem yang permanen, pariwisata adalah investasi jangka panjang yang jika dirawat akan terus memberikan keuntungan bagi generasi mendatang.

Membenahi Wajah, Memperkuat Karakter

Namun, KDM tidak menutup mata terhadap realita di lapangan. Ia mencatat sejumlah “Pekerjaan Rumah” besar yang harus segera diselesaikan oleh Pemerintah Kabupaten Garut.

Potensi alam yang hebat tidak akan berarti tanpa ditopang oleh tiga pilar utama yaitu infrastruktur, branding, dan tata kelola.

Penataan kawasan wisata di Garut diharapkan tidak lagi bersifat sporadis atau semrawut.

Baca Juga:THR ASN 2026: Besaran, Jadwal Pencairan, dan Cara PerhitunganTips Sahur Saat Puasa Agar Kuat dan Tahan Seharian Hingga Buka Puasa

KDM mendorong adanya standarisasi dan estetika pada fasilitas penunjang, seperti penataan warung dan restoran yang mengedepankan ciri khas lokal agar wisatawan tidak hanya datang untuk melihat pemandangan, tapi juga merasakan pengalaman budaya.

Serta menciptakan lingkungan yang bersih, tertib, dan ramah bagi pelancong mancanegara maupun domestik.

”Pengembangan infrastruktur, branding, dan tata kelola lingkungan perlu dibahas untuk meningkatkan daya tarik wisata. Penataan warung, rumah makan, dan kawasan wisata menjadi prioritas agar memiliki ciri khas dan kenyamanan bagi pengunjung,” ujarnya.

0 Komentar