Ditelantarkan Koloni, Bayi Monyet Ini Peluk Boneka Untuk Penuhi Kasih Sayang

(Tiktok/radargarut.id)
Punch yang memeluk boneka karena penolakan induknya (Tiktok/radargarut.id)
0 Komentar

RADARGARUT– Dunia hewan seringkali menyuguhkan cerita yang tidak hanya unik, tetapi juga menyentuh relung hati terdalam manusia.

Salah satu kisah yang paling ikonik datang dari Jepang, melibatkan seekor monyet Jepang bernama Punch.

Kisah Punch bukanlah sekadar tingkah lucu satwa, melainkan sebuah manifestasi dari rasa kesepian, trauma, dan pencarian kasih sayang di dunia liar.

Baca Juga:Hasil Persib vs Ratchaburi FC: Maung Bandung Menang di GBLA, Namun Terhenti di ACL Two 2025/2026Xiaomi HyperOS 3: Revolusi Ekosistem "Human x Car x Home" Yang Lebih Cerdas

Punch lahir di Ichikawa Zoo, Jepang dengan awal kehidupan yang cukup berat. Tidak seperti bayi monyet pada umumnya yang menghabiskan waktu dengan berpegangan erat pada bulu induknya, Punch harus menghadapi kenyataan pahit karena ditelantarkan oleh ibu kandungnya.

Dalam koloni primata, penolakan induk terhadap anaknya bisa terjadi karena berbagai faktor, mulai dari stres lingkungan hingga ketidaksiapan induk muda dalam mengasuh.

Bagi Punch, kehilangan figur ibu berarti kehilangan sumber kehangatan, keamanan, dan perlindungan. Ia menjadi bayi monyet yang penyendiri dan menunjukkan tanda-tanda kecemasan yang tinggi.

Melihat kondisi psikologis Punch yang kian memprihatinkan, para penjaga hewan mencoba sebuah eksperimen emosional.

Mereka memberikan sebuah boneka monyet kecil kepada Punch. Harapannya sederhana: agar Punch memiliki sesuatu untuk dipeluk.

Hasilnya sangat mengharukan. Punch tidak hanya bermain dengan boneka itu, ia “mengadopsi” boneka tersebut sebagai bagian dari dirinya.

Punch membawa boneka itu di punggung atau dadanya, meniru posisi bayi monyet saat digendong induknya. Ketika makan atau beristirahat, boneka itu tidak pernah lepas dari jangkauan tangannya.

Baca Juga:Update Harga Tukar Rupiah Hari Ini: 19 Februari 2026Sat Res Narkoba Polres Garut Bongkar Peredaran Barang Haram

Sejak memiliki boneka tersebut, Punch mulai berani berinteraksi dengan monyet lain. Boneka itu seolah menjadi “tameng emosional” yang memberinya keberanian untuk menghadapi dunia luar.

Kisah Punch mengingatkan dunia pada eksperimen psikologi terkenal dari Harry Harlow mengenai attachment atau keterikatan.

Eksperimen tersebut membuktikan bahwa bagi primata, kenyamanan kontak jauh lebih penting daripada sekadar pemberian makanan.

Punch mencari tekstur lembut dan bentuk yang menyerupai jenisnya untuk menenangkan sistem sarafnya.

Boneka tersebut memberikan stimulasi taktil yang seharusnya ia dapatkan dari ibunya. Hal inilah yang membuat foto-foto Punch saat memanjat pohon sambil mendekap bonekanya menjadi viral di media sosial dan menyentuh hati jutaan orang di seluruh dunia.

0 Komentar