Pedagang di Pasar Ciawitali Sebut Program MBG jadi Pemicu Naiknya Harga Bahan Pokok

(Ale/Radar Garut)
Dedi, pedagang ayam dan telur di Pasar Ciawitali Garut. (Ale/Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto menimbulkan pro kontra.

Ada beberapa siswa salah satunya di SMP 1 Garut yang mengaku sangat terbantu dengan adanya program MBG tersebut.

“Sangat terbantu, karena kan kadang ada teman yang mungkin bawa bekal nya kurang, jadi sangat bermanfaat,” ujar salah satu siswa, belum lama ini.

Baca Juga:Gaji PPPK Paruh Waktu di Garut Paling Besar Hanya Rp1 Juta, Bupati Akui Masih Dibawah UMK 2026Aliansi Cipayung Plus Garut Desak Transparansi Pemkab, Sebut HJG Hanya Seremoni

Namun pernyataan tersebut berbanding terbalik, khususnya bagi para pedagang di pasar Ciawitali Garut.

Khususnya Dedi, salah seorang pedagang ayam potong broiler dan telur ayam mengaku sangat merugikan para pedagang di pasar.

Menurutnya dengan adanya program tersebut, bahan pokok makanan menjadj berkurang lantatan habis diborong oleh dapur SPPG. “Jelas ngaruh, sekarang barang jadi langka karena ada MBG ,” ucapnya.

Tak hanya itu saja, Dedi juga mengukapkan bahwa program MBG berdampak serius pada kenaikan harga bahan pokok.

“Kalau tidak ada MBG harga itu relatif normal, bisa dikatakan begitu. Tapi karena adanya MBG harga jadi naik,” pungkasnya. (Ale)

0 Komentar