Refleksi HJG ke-213, Bupati Garut Soroti Kemiskinan hingga Infrastruktur

Rizka/Radar Garut
Babancong Garut yang dihias memperingati Hari Jadi Garut ke-213. (Rizka/Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut, beserta seluruh jajaran Forkopimda, Pimpinan Jabatan Tinggi Pratama (PJTP) di lingkungan Pemkab Garut melaksanakan Upacara Peringatan Hari Jadi Garut ke 213 di Lapangan Otto Iskandar Dinata atau Alun-alun Garut, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, pada Rabu 18 Februari.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan HJG ke 213 ini sebagai refleksi rasa syukur sebagai warga Garut.

Namun, kata Syakur, banyak permasalahan di Garut yang perlu ditingkatkan untuk mengurangi disparitas, seperti kesetaraan, perekonomian, pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur.

Baca Juga:5 Rekomendasi Bedak untuk Menyamarkan Noda Hitam di WajahDiskon Hebat di Indomaret! Produk Kesehatan & Kebersihan Mulai Rp4.900

“Kondisi inilah yang mengharuskan kita untuk terus berikhtiar dengan pendukung kedisiplinan dan kesabaran,” ujarnya saat memimpin Upacara Peringatan HJG di Alun-Alun Garut, Rabu (18/2/2026).

Sehingga, pada momentum ini pihaknya berharap peringatan HJG ini jadikan sarana untuk mewujudkan Visi Garut Hebat dan berkelanjutan.

“Visi ini merupakan representasi dari cita-cita kami, Abdusy Syakur Amin dan Ibu Putri Kalina, untuk mewujudkan pembangunan yang mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat, memperkuat daya saing daerah, setelah dilaksanakan secara berkelanjutan dan berkadilan wilayah,” katanya.

Syakur menjelaskan, bahwa peringatan HJG ke 213 ini dituangkan dengan konsep berbeda dari tahun sebelumnya, tidak hanya menyajikan perjalanan sejarah, tapi menghadirkan kembali ruh budaya Sunda sebagai jati diri masyarakat Garut.

“Ornamen-ornamen budaya khas Sunda yang menghiasi upacara hari ini menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah harus senantiasa berpijak pada nilai-nilai tradisi dan kearifan lokal. Selain itu, kita juga menelusuri bidang sejarah Garut melalui proses Mapag Hurip Gumiwang Cigarut sehingga dilanjutkan dengan prosesi Napak Dharma Lingga Buwana di titik 0 km Garut,” jelasnya.

Rangkaian peringatan HJG ke 213, kata Syakur, bukan sekedar seremonial biasa, namun melainkan simbol penguatan identitas penghormatan terhadap asal-usul, serta pengingat tanggungjawab bersama dalam melanjutkan pembangunan Garut kedepan.

Ia menyampaikan, visi-misi Pemkab Garut tidak bisa berjalan sendiri, perlu melibatkan seluruh komponen pemerintah hingga masyarakat.

Baca Juga:Harga dan Spesifikasi Infinix Note 60 Series 2026: Performa Kencang + 90W Fast Charging​Lautan Sampah dan Sisa Podium Haul Akbar Syekh Jafar Sidiq Menanti Pembersihan

Sehingga, Syakur berharap kepada jajaran Pemkab Garut sebagai sarana untuk mengembangkan kebersamaan secara komunal dalam rangka membangun daerah.

Serta, ini menjadi tantangan bersama, karena sejak berdirinya Garut hingga sekarang, terus dihadapi dengan berbagai permasalahan ataupun tantangan yang strategis.

0 Komentar