Kolaborasi Tanpa Batas: Pemerintah dan Swasta
Menyadari adanya keterbatasan panggung publik yang dikelola pemerintah, Disparbud Garut melakukan langkah strategis dengan menggandeng sektor swasta.
Konsep kolaborasi ini diwujudkan melalui kemitraan dengan hotel, restoran, hingga pusat perbelanjaan modern seperti mall.
Strategi ini terbukti efektif dalam mendekatkan seni kepada masyarakat luas dalam suasana yang lebih santai dan inklusif.
Baca Juga:Semarak Imlek 2026 di Garut: Tradisi di Vihara Dharmaloka Hingga Lonjakan WisatawanSidang Isbat 2026: Kapan Awal Puasa Ramadan 1447 H Dimulai? Cek Prediksinya!
Di sisi lain, Tina Abdurahman, Owner Nine Creative Project sekaligus inisiator “Nawasena”, menjelaskan filosofi di balik acara ini.
Kata “Nawasena” sendiri memiliki arti masa depan yang cerah. Tema yang diusung pun selaras dengan napas HJG ke-213, yaitu “Semangat Garut Gumiwang Tanjeur Dangiang”.
“Kami merangkul sembilan pelukis dari berbagai generasi, sembilan talenta muda berbakat, serta para musisi lintas usia. Ini adalah kerja keras kolektif untuk menunjukkan bahwa seni di Garut tidak akan pernah mati. Kami ingin memastikan api kreativitas ini terus menyala dari generasi tua ke generasi muda,” jelasnya.
Menuju Garut yang Lebih Berbudaya
Pagelaran ini menjadi refleksi bahwa modernitas tidak harus menanggalkan tradisi.
Di tengah hiruk-pikuk pusat perbelanjaan, seni tradisional tetap mampu mencuri perhatian dan memberikan warna tersendiri.
Melalui sinergi antara komunitas kreatif, dukungan pemerintah, dan keterlibatan sektor swasta, Garut optimis dapat bertransformasi menjadi pusat budaya yang dinamis di Jawa Barat. (*)
