RADARGARUT– Semangat perayaan Hari Jadi Garut ke-213 kian terasa berdenyut di setiap sudut kota.
Salah satu puncaknya terjadi di Citimall Garut pada Senin 16 Februari 2026, di mana Pemerintah Kabupaten Garut secara resmi memberikan apresiasi tinggi terhadap gelaran seni bertajuk “Pagelaran Nawasena”.
Acara yang diinisiasi oleh Nine Creative Project ini menjadi panggung bagi sembilan karya seni budaya yang memukau, sekaligus bukti nyata bahwa kreativitas lokal mampu bersanding dengan ruang modern.
Baca Juga:Semarak Imlek 2026 di Garut: Tradisi di Vihara Dharmaloka Hingga Lonjakan WisatawanSidang Isbat 2026: Kapan Awal Puasa Ramadan 1447 H Dimulai? Cek Prediksinya!
Wadah Kreativitas Lintas Generasi
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, Aam Fathuloh, yang hadir mewakili pemerintah, menyatakan kekagumannya terhadap keberanian komunitas kreatif dalam menciptakan ruang bagi generasi muda.
Menurutnya, acara ini bukan sekadar pertunjukan, melainkan sebuah ekosistem tempat bertemunya berbagai disiplin seni.
“Kami menyaksikan kolaborasi yang luar biasa: mulai dari seni tari yang gemulai, lantunan karawitan yang magis, hingga harmoni musik modern. Tak lupa, apresiasi setinggi-tingginya untuk para perupa Garut, seperti Kang Iwan, yang terus konsisten menghidupkan kanvas-kanvas kreativitas di kota ini,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk terus membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk berkarya di berbagai destinasi wisata unggulan Garut.
Pariwisata Sebagai Katalisator Budaya
Momentum HJG ke-213 ini juga dibarengi dengan kabar menggembirakan dari sektor pariwisata.
Aam mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, Kabupaten Garut berhasil mencatatkan angka kunjungan yang fantastis, yakni mencapai 7,8 juta wisatawan.
Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan aset strategis dan pasar potensial untuk memperkenalkan kekayaan intelektual serta budaya lokal kepada dunia luar.
Baca Juga:Persib vs Borneo FC: Duel Sengit Papan Atas Liga 1 2025/2026 yang Ditunggu FansFenomena "Tembok Ratapan Solo" Viral di Google Maps: Aksi Iseng atau Simbol Politik?
Peningkatan tren positif ini menjadi alasan kuat bagi Disparbud untuk mendorong para seniman menghadirkan karya terbaik mereka di hadapan para pelancong.
“Wisatawan yang datang ke Garut tidak hanya mencari pemandangan alam, tetapi juga pengalaman batin melalui seni dan budaya. Inilah saatnya para budayawan kita tampil di depan,” tambahnya.
Kabar membanggakan lainnya adalah terpilihnya Gebyar Pesona Budaya Garut oleh Kementerian Pariwisata sebagai bagian dari Kharisma Event Nusantara 2026.
Masuknya Garut dalam kalender event nasional ini diharapkan menjadi booster bagi ekonomi kreatif daerah.
