Jelang Puasa Harga Bahan Pokok di Pasar Ciawitali Garut Naik Signifikan

(Ale/Radar Garut)
Dedi, pedagang ayam broiler dan telur ayam di Pasar Ciawitali Garut. (Ale/Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – Menjelang bulan suci Ramadhan, sejumlah harga bahan pokok di Pasar Ciawitali, Garut, mengalami kenaikan signifikan.

Kenaikan harga terjadi pada beberapa komoditas utama seperti daging ayam broiler, telur, cabai rawit, hingga daging sapi.

Dedi, salah seorang pedagang di Pasar Ciawitali mengungkapkan, bahwa kenaikan harga ayam dan telur mulai terjadi sejak tiga hari lalu.

Baca Juga:Refleksi HJG ke-213, Bupati Garut Soroti Kemiskinan hingga Infrastruktur5 Rekomendasi Bedak untuk Menyamarkan Noda Hitam di Wajah

Ia mengatakan, bahwa harga ayam telur yang sebelumnya berada di kisaran Rp27 ribu hingga Rp28 ribu per kilogram kini naik sebesar Rp6 ribu per kilogram.

“Kemarin sebelum harga naik masih banyak pelanggan, sekarang jadi berkurang,” ujar Dedi saat ditemui di lapak daganganya, Rabu (18/2/2026).

Ia mengatakan, sebelum adanya kenaikan harga, penjualan telur ayam bisa tembus hingga 30 sampai 50 kilo perhari. “Sekarang berkurang, mungkin karena harganya mahal,” katanya.

Tak hanya itu, harga ayam broiler juga mengalami kenaikan sejak sepekan terakhir.

Menurut Dedi, harga ayam tersebut sebelumnya Rp35 ribu per kilogram. Namun, kini naik menjadi Rp45 ribu per kilogram. “Penyebabnya mungkin karena suplay barang yang kosong atau jadi sedikit,” ucapnya.

Dengan begitu, ia mengaku bahwa omzet harianya mengalami penurunan cukup signifikan. Sebelum harga naik penghasilan sehari bisa mencapai Rp3 juta. Namun, kini turun drastis menjadi Rp 1 jutaan.

Erlan, pedagang lainya juga menyebutkan bahwa bahan pokok rumah tangga turut mengalami kenaikan harga secara signifikan, mulai dari sayuran hingga daging sapi.

Baca Juga:Diskon Hebat di Indomaret! Produk Kesehatan & Kebersihan Mulai Rp4.900Harga dan Spesifikasi Infinix Note 60 Series 2026: Performa Kencang + 90W Fast Charging

Ia mengungkapkan, bahwa lonjakan kenaikan harga paling signifikan itu yakni cabai rawit merah. “Paling parah itu cabai rawit merah, dari Rp 75 ribu sekarang jadi Rp 100 perkilo,” ungkapnya.

Sementara itu, harga jagung, wortel, tomat, dan timun masih terpantau stabil tanpa kenaikan berarti. “Kalau itu masij standar tidak ada kenaikan,” imbuhnya.

Lanjut Erlan, untuk harga daging sapi saat ini juga mengalami kenaikan harga cukup tinggi, dari sebelumnya Rp 130 kini naik menjadi Rp150 perkilo.

“Ini naiknya cukup ekstrem, kemungkinan naiknya harga karena stok sapi sudah berkurang,” lanjutnya.

Erlan menambahkan, meski harga daging sapi mengalami kenaikan akan tetapi omzet justru mengalami peningkatan cukup tinggi.

0 Komentar