Menurutnya, setiap temuan di lapangan langsung dilakukan verifikasi dan ditindaklanjuti dengan intervensi sesuai permasalahan yang ditemukan, baik terkait gizi, tumbuh kembang, maupun kondisi kesehatan lainnya.
“Apabila ditemukan balita dengan risiko stunting atau masalah gizi, kami langsung melakukan pendampingan dan intervensi. Begitu juga untuk ibu hamil atau sasaran lainnya, semua ditangani sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Melalui Gebyar Posyandu ini, Dokti berharap dapat memperkuat sistem deteksi dini dan mempercepat penurunan angka stunting di wilayahnya, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan rutin di posyandu.
Baca Juga:Sambut Ramadhan, Rutan Garut Gelar Kerja Bakti di Masjid Islamic CentreHujan Deras Sebabkan Longsor di Sukaresmi, Jalur Penghubung Antar Desa Terputus
“Kami ingin memastikan bahwa setiap anak mendapatkan haknya untuk tumbuh sehat dan optimal. Posyandu bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi garda terdepan dalam menjaga kualitas generasi masa depan,” pungkas Dokti. (*)
