Gebyar Posyandu Puskesmas Cilawu, Percepat Penurunan Stunting dan Pastikan Cakupan Layanan 100 Persen

istimewa
Gebyar Posyandu Puskesmas Cilawu, Percepat Penurunan Stunting dan Pastikan Cakupan Layanan 100 Persen
0 Komentar

GARUT – Dalam rangka pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di bidang kesehatan serta mendukung pencapaian target pembangunan kesehatan dalam RPJMD Kabupaten Garut 2025–2029, UPT Puskesmas Cilawu menggelar kegiatan Gebyar Posyandu sebagai upaya percepatan pencegahan dan penurunan stunting.

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak dengan melibatkan seluruh jejaring posyandu di wilayah kerja Puskesmas Cilawu. Fokus utama kegiatan adalah peningkatan status gizi balita, pendataan baseline yang akurat, serta intervensi dini terhadap masalah kesehatan yang ditemukan di lapangan.

Kepala UPT Puskesmas Cilawu, dr. Titi Sari, M.Kes menjelaskan bahwa kegiatan Gebyar Posyandu ini menjadi langkah strategis dalam memastikan seluruh sasaran layanan kesehatan dasar terlayani secara optimal.

Baca Juga:Sambut Ramadhan, Rutan Garut Gelar Kerja Bakti di Masjid Islamic CentreHujan Deras Sebabkan Longsor di Sukaresmi, Jalur Penghubung Antar Desa Terputus

“Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam memenuhi SPM bidang kesehatan, sekaligus mendukung target RPJMD 2025–2029, khususnya dalam percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas status gizi balita,” jelas dr. Titi Sari yang akrab dipanggil Dokti ini.

Dokti menambahkan, dalam pelaksanaan kegiatan, tim kesehatan melakukan penimbangan dan pengukuran menggunakan alat antropometri terstandar guna memastikan hasil pengukuran yang akurat dan berkualitas.

“Kami menggunakan alat antropometri yang sudah terstandar agar data yang diperoleh benar-benar valid. Data ini penting sebagai baseline untuk menentukan langkah intervensi selanjutnya,” tambahnya.

Selain penimbangan dan pengukuran, menurut Dokti, Puskesmas Cilawu juga memberikan vitamin A kepada seluruh balita sesuai kelompok usia, guna meningkatkan daya tahan tubuh dan mendukung tumbuh kembang anak.

“Kami memastikan cakupan penimbangan balita usia 0–59 bulan serta pemberian vitamin A bagi balita usia 6–59 bulan mencapai 100 persen. Ini menjadi target utama dalam kegiatan Gebyar Posyandu,” tegasnya.

Kegiatan tersebut, diakuinya mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa. Aparatur desa bersama kader kesehatan berperan aktif dalam menggerakkan masyarakat untuk hadir ke posyandu, tidak hanya balita, tetapi juga remaja, ibu hamil, lansia, hingga calon pengantin.

“Dukungan pemerintah desa sangat luar biasa. Mereka membantu menggerakkan seluruh sasaran posyandu agar datang dan memanfaatkan layanan kesehatan. Ini menunjukkan kolaborasi yang kuat antara sektor kesehatan dan pemerintahan desa,” kata Dokti.

0 Komentar