Sehari Jelang Puasa Makam Panyireupan Garut Didatangi Peziarah, Pengurus Makam Ketiban Rezeki Nomplok

Ale/Radar Garut
Peziarah di makam Panyireupan Bratayudha. (Ale/Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – Jelang satu hari memasuki bulan Ramadhan, makam panyireupan yang berada di Jalan Bratayudha, Garut Kota, didatangi para peziarah.

Pantauan di lokasi, para keluarga dari berbagai wilayah silih berganti mendatagi makam keluarganya, pada Selasa (17/2/2026).

Rahmat, warga sukapadang yang datang bersama keluarganya mengatakan bahwa ia datang untuk berziarah sekaligus mendoakan dan mendatangi makam orangtuanya.

“Ya, ini bapak saya, sudah meninggal 10 tahun yang lalu,” katanya.

Baca Juga:Akar Budaya dalam Cahaya Lampion: Menelusuri Jejak Imlek di Nusantara5 Ide Jualan Kue Basah Seribuan yang Paling Laris di 2026

Menurutnya, ia tidak hanya datang ketika saat mau memasuki bulan puasa saja, akan tetapi setiap satu bulan sekali ia menyempatkan waktunya untuk mendatangi makam tersebut.

“Tidak, sebulan sekali saya pasti kesini, tiap hari jumat,” ucapnya.

Dengan banyaknya para peziarah yang datang ke makam tersebut menjadi berkah tersendiri bagi para pengurus makam.

Dadang Juharna mengaku dengan banyaknya penziarah yang datang di hari terakhir jelang puasa ini menjadi berkah tersendiri bagi dirinya.

“Alhamdulillah, sebebnarnya sejak seminggu kemarin juga sudah ada yang nadran, tapi hari ini lebih banyak,” katanya.

Ia mengaku, dari setiap makam yang ia urus selama ini, keluarga peziarah yang datang memberikan upah atas perhatianya yang telah mengurus makam tersebut.

“Ya ada yang 15 ribu, 25 ribu, 50 ribu juga ada, alhamdullilah,” imbuhnya.

Dadang tak sungkan untuk memberi tahu bahwa penghasilanya selama seminggu terakhir ini tembus hingga Rp 1 juta.

“Kurang lebih segitulah, mudah-mudahan makin sore makin ramai,” katanya.

Senada dengan dadang, Dedi Setiadi pengurus makam lainnya juga mendapatkan rezeki nomplok dari para peziarah.

Baca Juga:Zodiak Leo, Selasa 17 Februari 2026: Waktu Terbaik untuk Me Time dan Isi Ulang EnergiTren Ramadhan 2026: Harmoni Antara Tradisi dan Digitalisasi

Namun penghasilan Dedi lebih besar dibandjngkan Dadang, lantaran wilayah makam yang ia urus wilayahnya lebih besar dibanding Dadang.

Dedi juga menyebutkan, dalam seminggu ini sudah mendapatkan uang upah dari peziarah sekitar Rp 2 jutaan.

“Ada lah segitu, kan saya juga disini sediain air juga, jadi keluarga tinggal ngambil aja. Harganya sih tidak ditentukan kalau air, seikhlasnya saja,” pungkas Dedi. (Ale)

0 Komentar