RADARGARUT– Pagi ini, 17 Februari 2026, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menunjukkan stabilitas dengan sedikit penguatan dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Berdasarkan data terkini dari berbagai sumber terpercaya seperti Bank Indonesia, BCA, dan pasar spot internasional, rupiah bergerak di kisaran Rp16.750 sampai Rp16.860 per USD.
Ini mencerminkan sentimen positif pasca rilis data inflasi AS yang lebih rendah dari ekspektasi, sehingga menekan indeks dolar secara global.
Baca Juga:Identik Dengan Ramadhan, Berikut Takjil Khas Garut Yang Tak Boleh TerlewatkanPeringati Hari Jadi Garut, Ini Sejarah dan Makna Spesial 16 Februari
Kurs Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini (Update 17 Februari 2026)
e-Rate BCA, terakhir update pagi ini sekitar 03.42–04.18 WIB:
Beli: Rp16.767,00
Jual: Rp16.857,00
(Sumber: BCA.co.id)
Kurs Pasar Spot / Bloomberg
Sekitar Rp16.823 sampai Rp16.831 per USD pada Senin pagi 16 Februari 2026, dengan tren stabil hingga hari ini. Beberapa sumber mid-market seperti Wise menunjukkan sekitar Rp16.830 – Rp16.840.
Kurs Transaksi BI
Kurs Jual: Rp16.910,13
Kurs Beli: Rp16.741,87
Kurs Tengah: Rp16.826,00
(BI biasanya update mingguan, jadi ini masih acuan utama hingga update baru)
Jakarta Interbank Spot Dollar Rate, acuan transaksi antar bank
Terakhir 13 Februari di Rp16.844, dengan tren minggu ini menunjukkan penguatan tipis rupiah.
Secara keseluruhan, rupiah hari ini relatif stabil di level Rp16.800-an, naik tipis sekitar 0,03 sampai 0,08% dibanding penutupan Jumat lalu.
Penguatan ini didorong oleh pelemahan dolar AS setelah data inflasi AS mengejutkan pasar, yang mengurangi tekanan pada mata uang emerging market termasuk rupiah.
Faktor Penggerak Nilai Tukar Rupiah Hari Ini
Beberapa faktor utama yang memengaruhi pergerakan rupiah pada 17 Februari 2026:
Baca Juga:Sidang Isbat Ramadhan 2026: Proses Penetapan Awal Puasa 1447 Hijriah yang Dinanti Umat Islam IndonesiaJetour T2: Review Lengkap, Spesifikasi, Harga OTR Indonesia 2026 & Mengapa Layak Jadi Pilihan SUV Adventure
Data Inflasi AS: Inflasi lebih rendah dari ekspektasi membuat The Fed berpotensi lebih dovish, menekan USD.
Sentimen Global: Pasar wait and see terhadap kebijakan moneter global dan harga komoditas minyak & CPO yang stabil membantu rupiah.
Kebijakan BI: BI Rate masih mendukung stabilitas, dengan intervensi valas jika diperlukan.
Domestik: Aliran modal asing ke pasar saham dan obligasi Indonesia tetap positif pasca libur.
Prediksi analis untuk hari ini rupiah berpotensi bergerak sideways di kisaran Rp16.750 sampai Rp16.900 per USD, dengan bias menguat jika dolar terus tertekan.
