​Lautan Sampah dan Sisa Podium Haul Akbar Syekh Jafar Sidiq Menanti Pembersihan

(Pepen Apendi/Radar Garut)
Sampah bekas haul akbar di Pasirpeureut, Cibiuk, belum dibersihkan, Selasa (17/2/2026). (Pepen Apendi/Radar Garut)
0 Komentar

​GARUT – Perhelatan religius berskala besar, Haul Akbar Syekh Jafar Sidiq, yang baru saja usai menyisakan pekerjaan rumah di area parkir Pasirpeureut, Desa Cipareuan, Kecamatan Cibiuk.

Hingga Selasa (17/2/2026), tumpukan sampah bekas kegiatan serta struktur podium utama masih terlihat memenuhi lokasi, menunggu proses pembersihan dan pembongkaran oleh pihak panitia.

​Kondisi ini menjadi perhatian Aden Saefulloh, pemelihara Masjid Al-Hamedin yang berlokasi di Pasirpeureut. Aden, yang sehari-harinya memang merawat kebersihan lahan tersebut, mulai bergerak merapikan material yang tersisa.

Baca Juga:140 SPPG Di Garut Kantongi SLH, Dinkes Siap Fasilitas Pelatihan Keamanan Pangan Untuk Para RelawanKetua DPD PKS Kabupaten Garut Mengucapkan Hari Jadi ke-213 Kabupaten Garut 17 Februari 2026

Ia mengungkapkan bahwa pembersihan secara menyeluruh sudah masuk dalam agenda penyelenggara.

​”Saya mengangkat potongan kayu dan bambu bekas kegiatan haul akbar. Untuk membersihkan sampah dan membongkar podium, sudah dijadwalkan oleh panitia,” kata Aden Saefulloh, Selasa (17/2/2026).

​Sebelum acara digelar, lahan parkir perluasan yang semula dipenuhi rumput liar tersebut sebenarnya telah dibersihkan secara swadaya. Namun, membludaknya jumlah jemaah membuat volume sampah tak terelakkan.

Tercatat, lebih dari 10.000 mustami dari berbagai kota dan kabupaten memadati lokasi. Saking sesaknya massa, banyak jemaah yang bahkan tidak mendapatkan tempat duduk selama prosesi haul berlangsung.

​Meskipun Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dan Bupati Garut berhalangan hadir, acara tetap berlangsung khidmat dengan kehadiran pengurus pusat Nahdlatul Ulama (NU) yang sekaligus mengisi tabligh akbar.

Kehadiran ribuan jemaah ini pun membawa berkah ekonomi yang luar biasa bagi warga sekitar.

Para pedagang yang berjajar di area parkir wisata ziarah melaporkan dagangan mereka habis terjual diborong pengunjung.

Baca Juga:Emak Onah di Garut, Usianya 1 Abad dan Hidup Miskin, Tak Dapat Bansos​Bawa Belasan Paket Tembakau Sintetis, Pria Asal Pangatikan Diringkus Polisi

​Kini, fokus utama beralih pada pemulihan kebersihan lingkungan agar kawasan wisata religi tersebut kembali asri seperti sedia kala.

Pihak panitia diharapkan segera merealisasikan jadwal pembersihan total agar tumpukan sampah tidak mengganggu kenyamanan warga dan peziarah lainnya.(Pepen Apendi)

0 Komentar