GARUT – Emak Onah, seorang lansia miskin di Kampung Rancamaya, RT 01 RW 07, Desa Sukabakti, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, usianya sudah di atas 100 tahun.
Emak Onah selama ini hidup di sebuah rumah reyot yang menempel ke bangunan milik orang lain. Selama ini emak Onah dirawat oleh anaknya Juhanah yang juga sudah berusia lanjut.
Miris, dengan kondisinya yang sudah tua renta dan hidup miskin, tapi emak Onah tak mendapatkan bansos apapun dari Pemerintah Pusat.
Baca Juga:​Bawa Belasan Paket Tembakau Sintetis, Pria Asal Pangatikan Diringkus PolisiSambut Ramadan, Hotel Harmoni Garut Hadirkan Sajian Nusantara dan Program Hadiah
Berbagai komponen bansos seperti PKH, BPNT, BLT Kesra, PKH Lansia, Permakanan lansia, tak bisa dinikmatinya.
Anggota DPRD Garut, Yudha Puja Turnawan yang mengunjungi langsung kediaman emak Onah sudah memeriksa kendala yang dialami emak Onah.
Menurutnya, selama ini emak Onah belum terdereksi di Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Emak Onah memiliki dokumen kependudukan yang valid dan sudah padan data hanya saja beliau tidak terdeteksi dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional ( DTSEN ). Hal ini membuat emak Onah tak mendapatkan bantuan sosial pemerintah pusat seperti PKH lansia, BPNT, BLT kesra, dan permakanan lansia,” sebut Yudha (17/2/2026).
Beruntung, kata Yudha, emak Onah masih menerima BLT dari Desa Sukabakti. Sementara anaknya emak Juhanah yang juga janda tua duafa, masuk dalam DTSEN namun dikategorikan desil 6-10 dimana desil itu berarti dikategorikan warga negara yang kemampuan ekonominya menengah keatas.
Padahal Juhanah bekerja menjadi buruh tani yang tidak setiap hari ada yang mengandalkan tenaganya. Karena dikategorikan desil 6-10, juhanah pun luput dari perhatian pemerintah pusat.
Ketika mengunjungi emak Onah pada Senin (16/2/2026), ia juga sudah melaporkan kondisi yang dialami emak Onah itu ke Kemensos RI, Bupati Garut dan Sekda Garut.
Baca Juga:Penerbit Asal Garut CV Firaz Media Rilis Buku Bobby Nasution, Gubernur Sumut dan Menantu JokowiSehari Jelang Puasa Makam Panyireupan Garut Didatangi Peziarah, Pengurus Makam Ketiban Rezeki Nomplok
“Alhamdulillah Kemensos RI langsung merespon dan akan segera assessment menengok langsung. Namun sayangnya kepala daerah belum menjawab, semoga kepala daerah juga peka terhadap kondisi warganya yang urgent mendapatkan jaring pengaman sosial,” ujar Yudha.
Yudha berharap, dari asesment Kemensos RI nanti, emak Onah dan anaknya emak Juhanah bisa mendapatkan berbagai bantuan sosial.
