RADARGARUT– Di platform X atau yang sebelumnya Twitter, tren baru sedang mendominasi linimasa netizen Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.
Istilah SEAblings tiba-tiba meledak menjadi trending topic, dengan tagar #SEAblings dan #SEAbling ramai dibicarakan.
Apa sebenarnya SEAblings itu? Mengapa istilah ini bisa begitu viral dan memicu gelombang solidaritas lintas negara?
Baca Juga:Update iOS 26.3 Terbaru: Fitur Baru, Perbaikan Keamanan, dan Alasan Wajib Update SekarangHarga Emas Antam Hari Ini 15 Februari 2026: Update Terbaru dan Analisis Singkat
Apa Itu SEAblings?
SEAblings merupakan gabungan dua kata dalam bahasa Inggris, SEA singkatan dari Southeast Asia atau Asia Tenggara dan siblings yang berarti saudara kandung.
Secara harfiah, SEAblings bisa diartikan sebagai “saudara-saudara Asia Tenggara”.
Istilah ini muncul sebagai simbol persatuan dan kebersamaan di antara netizen dari negara-negara ASEAN seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, Singapura, dan lainnya.
Meskipun berbeda bahasa, budaya, dan negara, warganet kawasan ini merasa seperti satu keluarga besar yang saling mendukung saat menghadapi isu bersama, terutama ketika ada pihak luar yang dianggap merendahkan atau mendiskriminasi.
Fenomena ini bukan sekadar istilah gaul sementara. SEAblings mencerminkan bentuk solidaritas digital modern yang lahir dari bawah (bottom-up), tanpa melibatkan pemerintah atau selebriti besar.
Semua dimulai dari warganet biasa yang kompak membela satu sama lain di dunia maya.
Kronologi Viralnya SEAblings di X
Semuanya bermula dari insiden di konser DAY6 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, akhir Januari 2026.
Baca Juga:Gaji Peserta Magang Nasional Naik 2026, Ini Besaran Uang Saku TerbaruBorong Dua Penghargaan Sekaligus, Polres Garut Jadi yang Terbaik di Bidang Kehumasan se-Jawa Barat
Sejumlah fansite asal Korea Selatan kedapatan membawa kamera profesional besar yang melanggar aturan venue konser. Hal ini memicu protes dari penonton lokal yang merasa acara terganggu.
Video dan foto insiden tersebut menyebar luas di X, lalu memicu perdebatan panas. Sebagian netizen Korea Selatan membela rekan mereka dengan komentar yang dianggap bernada merendahkan terhadap penonton Asia Tenggara, seperti stereotip negatif, olok-olokan soal aturan, hingga sentimen rasisme digital.
Reaksi netizen ASEAN pun meledak. Dari Indonesia, Malaysia, Thailand, hingga Filipina, mereka bersatu di bawah bendera SEAblings.
Tagar #SEAblings dan #SEAblingsAgainstRacism langsung trending. Banyak cuitan berisi meme lucu, sindiran balik, hingga ancaman boikot produk budaya Korea seperti K-pop dan K-drama.
