Rutan Kelas IIB Garut dan Kwarcab Garut Teken Kerja Sama Pembinaan Kepribadian Warga Binaan

istimewa
Rutan Kelas IIB Garut dan Kwarcab Garut Teken Kerja Sama Pembinaan Kepribadian Warga Binaan
0 Komentar

GARUT — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Garut menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Garut dalam rangka memperkuat program pembinaan kepribadian bagi warga binaan. Kegiatan penandatanganan berlangsung di Ruang Kerja Kepala Rutan Garut pada Jumat, 13 Februari 2026.

Penandatanganan kerja sama tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Rutan Kelas IIB Garut, Ketua Kwarcab Kabupaten Garut, para pejabat struktural dan jajaran Rutan Garut, serta pengurus Kwarcab Kabupaten Garut.

Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan pembahasan substansi perjanjian kerja sama, penandatanganan dokumen oleh kedua belah pihak, serta penyusunan rencana pelaksanaan program pembinaan yang akan dijalankan secara bersama-sama.

Baca Juga:Camat Pamulihan: Kasus Video TikTok Sudah Dimediasi, Warga Tempuh Jalur HukumRata-rata Lama Sekolah Masih di Bawah 8 Tahun, Bupati Garut Dorong Pemuda Jadi Penentu Arah Pembangunan

“Kerja sama ini difokuskan pada penguatan pembinaan kepribadian warga binaan melalui kegiatan kepramukaan yang mengedepankan nilai-nilai karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, serta semangat kebangsaan,” kata Kepala Rutan Kelas IIB Garut, Muchamad Ismail.

Ia menjelaskan bahwa program kepramukaan dinilai memiliki pendekatan yang komprehensif dalam membentuk sikap positif serta memperkuat kesiapan warga binaan untuk kembali berperan aktif di tengah masyarakat setelah menjalani masa pembinaan.

Menurutnya, kolaborasi dengan Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Garut merupakan langkah strategis dalam memperkaya metode pembinaan yang selama ini telah berjalan di lingkungan rutan.

Ismail memastikan bahwa proses pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek administratif dan keamanan, tetapi juga harus menyentuh aspek pembentukan karakter dan mental warga binaan.

“Kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam menghadirkan program pembinaan yang lebih variatif, terarah, dan berkelanjutan. Nilai-nilai kepramukaan seperti disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, serta semangat kebersamaan sangat relevan untuk diterapkan dalam proses pembinaan warga binaan,” jelas Ismail.

Ia mengungkapkan bahwa melalui kegiatan kepramukaan, warga binaan diharapkan dapat memperoleh pengalaman positif yang dapat membentuk pola pikir dan perilaku yang lebih baik.

“Kami ingin memberikan ruang pembelajaran yang konstruktif bagi warga binaan, sehingga mereka tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mendapatkan bekal mental, moral, dan karakter yang kuat. Dengan pembinaan yang tepat, kami berharap warga binaan dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, produktif, serta mampu berkontribusi secara positif,” ungkapnya.

0 Komentar