Bencana Hidrometeorologi Landa Pasirwangi, Aparat Gabungan Bergerak Cepat Selamatkan Warga dan Pulihkan Akses

istimewa
Bencana Hidrometeorologi Landa Pasirwangi, Aparat Gabungan Bergerak Cepat Selamatkan Warga dan Pulihkan Akses Jalan
0 Komentar

Selain luapan sungai, dijelaskan Aji, bencana longsor juga terjadi di wilayah Desa Sarimukti, tepatnya di Kampung Citorondol. “Longsor pertama memiliki ketinggian sekitar 10 meter dengan lebar 5 meter, dan berada cukup dekat dengan pemukiman warga, sehingga berpotensi membahayakan dua rumah yang berada di sekitar lokasi,” jelasnya.

“Kami langsung melakukan asesmen di lokasi longsor dan mengimbau warga yang rumahnya berada di dekat titik longsor agar sementara waktu mengungsi ke tempat yang lebih aman, guna menghindari risiko apabila terjadi longsor susulan,” sambungnya.

Longsor kedua, menurut Aji, dengan tinggi sekitar 7 meter dan lebar 4 meter terjadi di area yang tidak berdekatan dengan permukiman, namun menutup akses jalan desa yang biasa digunakan warga untuk beraktivitas sehari-hari.

Baca Juga:Rutan Kelas IIB Garut dan Kwarcab Garut Teken Kerja Sama Pembinaan Kepribadian Warga BinaanCamat Pamulihan: Kasus Video TikTok Sudah Dimediasi, Warga Tempuh Jalur Hukum

Petugas gabungan bersama masyarakat segera melakukan pembersihan material longsor, baik secara manual maupun menggunakan alat berat jenis loader pada titik yang memungkinkan untuk mempercepat proses normalisasi akses jalan.

“Kami berupaya semaksimal mungkin agar akses jalan yang sempat tertutup material longsor dapat segera dibuka kembali, karena jalan tersebut merupakan jalur penting bagi mobilitas warga. Dengan kerja sama semua pihak, proses pembersihan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian akan terus melakukan pemantauan di wilayah-wilayah yang berpotensi terdampak, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan dengan intensitas tinggi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi warga yang tinggal di dekat aliran sungai atau lereng perbukitan. Apabila terjadi tanda-tanda potensi bencana seperti retakan tanah, peningkatan debit air sungai, atau pergerakan tanah, segera laporkan kepada aparat setempat agar dapat segera dilakukan penanganan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Aji menegaskan bahwa sinergi antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam penanganan bencana.

“Penanganan bencana tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kerja sama semua pihak. Kami akan terus bersinergi dengan TNI, BPBD, pemerintah daerah, serta relawan untuk memastikan situasi tetap aman dan masyarakat dapat beraktivitas kembali dengan normal,” katanya. (*)

0 Komentar