Bencana Hidrometeorologi Landa Pasirwangi, Aparat Gabungan Bergerak Cepat Selamatkan Warga dan Pulihkan Akses

istimewa
Bencana Hidrometeorologi Landa Pasirwangi, Aparat Gabungan Bergerak Cepat Selamatkan Warga dan Pulihkan Akses Jalan
0 Komentar

GARUT — Bencana hidrometeorologi melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat pada pada Minggu (15/2/2026). Kejadian tersebut direspon cepat aparat gabungan yang terdiri dari unsur kepolisian, TNI, pemerintah daerah, dan relawan kebencanaan.

“Penanganan dilakukan secara terpadu, guna memastikan keselamatan warga serta memulihkan akses lingkungan yang terdampak banjir dan longsor,” kata Kapolsek Pasirwangi, Iptu Wahyono Aji.

Dalam kegiatan penanganan, diketahui Aji memimpin langsung kegiatan penanganan di lapangan bersama personel Polsek Pasirwangi dan unsur gabungan lainnya. Fokus utama penanganan meliputi evakuasi material kayu yang menyumbat aliran sungai serta pembersihan material longsor yang menutup akses jalan dan mengancam pemukiman warga.

Baca Juga:Rutan Kelas IIB Garut dan Kwarcab Garut Teken Kerja Sama Pembinaan Kepribadian Warga BinaanCamat Pamulihan: Kasus Video TikTok Sudah Dimediasi, Warga Tempuh Jalur Hukum

Aji mengatakan bahwa pihaknya segera bergerak begitu menerima laporan dari masyarakat terkait dampak bencana yang terjadi akibat hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut.

“Begitu kami menerima informasi adanya luapan sungai dan longsor yang mengancam keselamatan warga, kami langsung mengerahkan personel ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan darurat. Prioritas utama kami adalah memastikan keselamatan masyarakat, serta mencegah dampak yang lebih luas,” kata Aji.

Ia menjelaskan bahwa bencana hidrometeorologi tersebut terjadi di beberapa titik, salah satunya di wilayah Desa Padamukti, tepatnya di Kampung Cigarukgak. Di lokasi tersebut, material kayu berukuran besar terbawa arus sungai dan tersangkut di bagian bawah jembatan Sungai Cigarukgak, sehingga menyebabkan aliran air tersumbat dan meluap hingga memasuki area pemukiman warga.

“Material kayu yang tersangkut di jembatan menyebabkan aliran air tidak lancar, sehingga air meluap dan menggenangi area sekitar. Kami bersama unsur TNI, BPBD, pemerintah desa, dan masyarakat langsung melakukan upaya evakuasi dengan memotong kayu menggunakan gergaji mesin, kemudian mengangkatnya secara bersama-sama agar aliran air kembali normal,” jelasnya.

Menurut Aji, keterlibatan masyarakat dalam proses penanganan sangat membantu mempercepat proses evakuasi dan pemulihan kondisi lingkungan.

“Kami sangat mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat yang turut membantu proses evakuasi. Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga sangat membantu mempercepat penanganan di lapangan, sehingga potensi dampak yang lebih besar dapat diminimalisir,” katanya.

0 Komentar