GARUT — Memanfaatkan momentum Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh pada tanggal 9 Februari, PNM Cabang Garut menggelar diskusi hukum bersama insan media dengan fokus pembahasan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) terbaru.
Kegiatan tersebut menjadi wadah pertukaran wawasan sekaligus penguatan hubungan kemitraan antara perusahaan dan jurnalis di Garut. Forum diskusi dirancang untuk memperluas pemahaman hukum yang relevan dengan praktik jurnalistik.
Pemimpin Cabang PNM Garut, Sumawinata mengatakan bahwa selain membahas perubahan regulasi, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya literasi hukum dalam mendukung penyajian informasi yang akurat, bertanggung jawab, dan berimbang kepada publik.
Baca Juga:Peringati Hari Jadi Garut ke-213, Puskesmas Cilawu Gelar Bakti Sosial KB MKJP, Layani 85 AkseptorRutan Garut Perkuat Layanan Kesehatan Warga Binaan, Kerja Sama dengan Puskesmas Siliwangi Diperbarui
Ia menilai kolaborasi dengan media merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem informasi yang sehat. Menurutnya, jurnalis memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.
“Media adalah mitra strategis kami dalam menyampaikan informasi kepada publik. Dengan pemahaman hukum yang lebih baik, jurnalis dapat menjalankan tugasnya secara profesional sekaligus memperkuat edukasi hukum di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, diskusi ini juga menjadi bentuk komitmen perusahaan dalam memperkuat tata kelola yang baik melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif.
“PNM berupaya menghadirkan manfaat tidak hanya bagi nasabah, tetapi juga bagi lingkungan sosial melalui sinergi dengan media,” tambahnya.
Diungkapkan Sumawinata, kegiatan tersebut selaras dengan penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) yang menekankan kepatuhan, transparansi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
“Dalam konteks ini, literasi hukum dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi profesionalisme media dan keberlanjutan relasi kelembagaan,” ungkapnya.
PNM Cabang Garut, menurutnya berharap diskusi serupa dapat terus dilaksanakan sebagai ruang dialog konstruktif antara perusahaan dan jurnalis.
Baca Juga:Membangun Ekosistem SeniGarut dan Para Pelukisnya: Lahir di Sini, Tumbuh di Tempat Lain
“Dengan hubungan yang semakin solid, diharapkan penyebaran informasi yang edukatif dapat mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan serta memperkuat kepercayaan publik,” pungkasnya. (*)
