GARUT – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto sejauh ini berjalan cukup baik, khususnya di SMP 1 Garut.
Menurut salah satu pengakuan siswa, program MBG yang disalurkan ke SMP 1 Garut sejauh ini berjalan dengan baik dan mendapat respon positif dari para siswa.
Menururnya, sejak dilaksanakanya program tersebut dinilai cukup terorganisir, baik dari segi pembagian maupun pendistribusian makanan.
Berdasarkan keterangan siswa, proses pembagian MBG sudah tertata dengan baik.
Baca Juga:Bupati Garut Siap Keluarkan Surat Edaran Agar SPPG Bekerjasama dengan BUMDes dan KDMPBupati Garut Sebut Tantangan Kepala Desa Semakin Berat dengan KDMP
Siswa tersebut menjelaskan, bahwa pendistribusian makanan biasanya dilakukan pada pukul 09.00 hingga 10.00 WIB, kemudian dibagikan kepada siswa untuk dikonsumsi saat istirahat kedua, yakni setelah salat Dzuhur.
Selama pelaksanaannya, distribusi tidak pernah mengalami keterlambatan.”Sejauh ini MBG di SMP 1 alhamdulillah cukup baik dan terorganisir. Pembagiannya juga sudah tertata,” ujar salah satu siswa yang tidak mau disebutkan namanya, saat ditemui di SMP 1 Garut, pada Kamis, (12/2/2026).
Selain itu dari segi menu, makanan yang diberikan dinilai aman, cukup enak, serta sesuai dengan porsi anak sekolah.
Para siswa juga menyampaikan bahwa hingga saat ini tidak ada kendala berarti dalam pelaksanaan program tersebut.
“Sejauh ini makanan MBG aman saja, cukup enak juga dan cukup untuk porsi anak sekolah,” imbuhnya.
Bahkan menurut siswa, program MBG tersebut juga dinilai sangat membantu, terutama bagi siswa yang tidak membawa bekal dari rumah atau memiliki keterbatasan uang jajan
Siswa tersebut juga menambahkan, bahwa bagi siswa yang sedang menjalankan ibadah puasa, makanan tetap diperbolehkan untuk dibawa pulang sebagai bekal.
Baca Juga:MBK Ventura Garut Salurkan CSR Rp50 Juta Sambut RamadhanJelang Ramadhan 2026, Pemkab Garut Pastikan Stok Aman Meski Harga Bapokting Merangkak Naik
“Jadi kadang ada beberapa siswa teman kelas saya yang biasanya sedang puasa, jadi biasanya dibekal untuk dibawa pulang. Ya, itu dioerbolehkan,” pungkasnya. (Ale)
