“Ya kita evaluasi. Ya Jadi Garut itu tidak terdiri dari serta-merta, ada prosesnya. Karena ada air itu kan simbol kehidupan, dan nol itu simbol kemajuan,” katanya.
Dalam proses rangkaian HJG tadi, kata Syakur, ada 12 kampung adat yang memiliki berbagai potensi untuk menyatakan kebersamaan dengan Kabupaten Garut.
“Dan tadi yang menarik itu adalah bahwa Garut itu kan memiliki berbagai macam potensi. Paling tidak tadi ada 12 kampung adat yang menyatakan kebersamaan itu dengan Garut. Itu kan jauh-jauh kan dari Selaawi, dari Cikelet untuk menuguhkan kebersamaan kita,” katanya.
Baca Juga:Jelang Ramadhan 2026, IWAPA Pasar Ciawitali Garut Nilai Sidak Pemkab Belum Beri Solusi NyataProgram MBG di SMP 1 Garut Berjalan Aman Tanpa Kendala, Siswa Sebut Sangat Bermanfaat
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Garut, Aris Munandar, beberapa rangkaian hari pertama dalam peringatan HJG sudah dilakukan, dimulai dari kunjungan ke Sumur Cigarut, Zarah ke Makam Bupati terdahulu, hingga doa bersama.
Aris mengungkapkan, semoga visi-misi Bupati Garut sekarang untuk membangun Garut kedepan sesuai yang diharapkan.
“Alhamdulillah rangkaian ini juga ditutup dengan doa bahwa mudah-mudahan Kabupaten Garut semakin hebat dan juga berkelanjutan dalam sesuai visi-misi Bupati ke depan,” ungkapnya.
Ia berharap, untuk kedepan kemiskinan di Garut berkurang, diselamatkan dari bencana, dan semoga kedepannya Garut sesuai harapan untuk menjadi Garut Hebat.
“Ya prinsipnya di hari jadi Garut yang ke-213 ini, mudah-mudahan Garut semakin dihilangkan kemiskinannya, juga dikasih keberlanjutan pembangunannya, disehatkan juga pemimpin semuanya, diselamatkan lah tidak ada bencana dan sebagainya yang tidak diharapkan. Mudah-mudahan ke depan Garut sesuai harapan kita semua, yaitu Garut semakin hebat,” pungkas Aris. (Rizka)
