Penuh Makna, HJG ke-213 Garut Angkat Sejarah, Budaya, dan Harapan Masa Depan

(Rizka/Radar Garut)
Penuh Makna, HJG ke-213 Garut Angkat Sejarah, Budaya, dan Harapan Masa Depan. (Rizka/Radar Garut)
0 Komentar

GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut, beserta jajaran unsur Forkopimda serta jajaran Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemkab Garut melaksanakan rangkaian kegiatan Peringatan Hari Jadi Garut (HJG) ke 213.

Peringatan HJG ke 213, jatuh pada tanggal 16 Februari 2026, peringatan kali ini berbeda dengan sebelumnya, yang menggali sejarah Garut lebih dalam dengan mengunjungi sumber air Garut yang menjadi kebutuhan pokok kehidupan, serta Ziarah ke makam Bupati Garut terdahulu, serta doa bersama.

Pada rangkaian Peringatan Hari Jadi Garut ini ada beberapa rangkaian kegiatan diantaranya:

Baca Juga:Jelang Ramadhan 2026, IWAPA Pasar Ciawitali Garut Nilai Sidak Pemkab Belum Beri Solusi NyataProgram MBG di SMP 1 Garut Berjalan Aman Tanpa Kendala, Siswa Sebut Sangat Bermanfaat

  1. Mengunjungi sumber air Garut atau Ci Garut, berlokasi di SMPN 1 Garut, di Jl.Ahmad Yani
  2. Napak tilas menuju titik nol kota Garut yang berlokasi di depan kantor BPKAD
  3. Ziarah ke makam Bupati pertama lokasinya di TPU Cipeujeuh Maktal
  4. Ziarah ke makam Bupati ke III,IV,V,VI dan ke XIII berlokasi di belakang Mesjid Agung Garut
  5. Do’a bersama untuk keselamatan dan kesejahteraan masyarakat dan kota Garut.

Pada prosesi napak tilas, hadir 12 komunitas Adat yang ada di kabupaten Garut yang membawa air dari kampung masing-masing, diantaranya air dari Kampung Dukuh, Cihurip, Kampung Pasir, Kampung Cipancar, Kampung Mulakede, Kampung Cigedug, Kampung Godog, Kampung Ciburuy, Lingga Ratu, Kampung Cinunuk, Kampung Pulo, Palabuhan Bulan.

Prosesi ini dinamakan Ngawinkeun Cai 12 sumber air dari komunitas adat, tujuannya untuk menyatukan kehidupan.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mengatakan dengan peringatan kali ini pihaknya mengajak masyarakat untuk mengingat kembali tentang keberadaan awal Kabupaten Garut, serta mengingat yang telah dilakukan oleh para leluhur atau pendiri Garut.

Sehingga, dengan usia Garut yang ke 213 tahun ini kedepan akan semakin banyak perubahan yang akan terjadi di Kabupaten Garut.

“Yang lebih penting itu adalah komitmen kita membangun Garut itu harus benar-benar serius gitu. Kita sudah 213 tahun, ya mestinya semakin depan semakin banyak lagi perubahan yang terjadi di Kabupaten Garut,” ujarnya saat diwawancarai di Komplek Pendopo Garut, pada Kamis (14/2/2026).

Syakur menyampaikan, terkait peringatan HJG dilakukan setiap tahun pihaknya akan mengevaluasi kembali. Karena, kata dia banyak proses yang terjadi untuk berdirinya Kabupaten Garut.

0 Komentar