GARUT – Mitra Bisnis Keluarga (MBK) Ventura Kabupaten Garut menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, Kamis (12/2/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kantor Kecamatan Tarogong Kaler.
Dalam kegiatan tersebut, MBK Ventura Kabupaten Garut menyalurkan bantuan dari dana CSR perusahaan kurang lebih sebesar Rp50 juta.
Acara ini dihadiri langsung oleh Asisten Regional Manager MBK Ventura Kabupaten Garut Lilis Susanti, kemudian ada pula Bhabinkamtibmas dari Polsek Tarogong Kaler, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dari sejumlah masjid di Garut, serta para nasabah penerima bantuan CSR.
Baca Juga:Jelang Ramadhan 2026, Pemkab Garut Pastikan Stok Aman Meski Harga Bapokting Merangkak NaikRespon Keluhan Warga, Polsek Sukawening Tertibkan Sampah Liar di Maripari
Supervisor Wilayah Garut Tengah MBK Ventura Garut, Dini Wartini, menjelaskan, bantuan yang disalurkan ini berupa perlengkapan salat, alat kebersihan, serta souvenir bagi nasabah.
“Ya alat sholat beserta perlengkapan sholat dan alat kebersihan untuk realisasinya di Kecamatan Tarogong Kaler untuk masjid yang kita targetkan itu ada dua puluh enam masjid beserta ada souvenir untuk nasabah tiga puluh totalnya,” ujarnya.
Dini menerangkan, kegiatan CSR ini bertujuan untuk berbagi kebahagiaan menjelang bulan suci Ramadhan.
“Karena kita menjelang bulan puasa jadi untuk temanya kita menebar manfaat menyambut Ramadhan penuh berkah. Jadi Insya Allah MBK berkesinambungan karena diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan juga. Jadi kita legalitas hukum ada kekuatan beserta izin juga lengkap. Insyaallah untuk kedepan mungkin akan dilakukan CSR di kecamatan berikut-berikutnya,” terangnya.
Dini mengungkapkan, penyaluran CSR merupakan agenda rutin perusahaan sebagai lembaga keuangan resmi yang diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dana CSR ini menjafi komitmen perusahaannya untuk disalurkan secara berkesinambungan.
Karena itu Dini juga mengimbau masyarakat supaya lebih selektif dalam memilih lembaga pembiayaan atau pinjaman.
“Kalau untuk masyarakat memang ada beberapa yang belum tahu ya. Namun kita memberi pesan untuk seluruh masyarakat lebih selektif lagi dalam menerima pembiayaan atau pinjaman karena tidak semua itu berbadan hukum. Ini juga menyangkut BI checking jadi lebih hati-hati. Nah untuk yang pinjaman online itu juga sama hati-hati tidak semuanya ada OJK ya. Jadi lebih memilih lagi mana yang layak diterima pinjamannya mana yang tidak yang tidak akan merugikan masyarakat,” ungkapnya.
