Garut Jadi Tempat Patilasan Kerajaan Pajajaran, Ini Dia Sejarahnya

(Istimewa)
Patilasan Godog Karang Pawitan (Istimewa)
0 Komentar

RADARGARUT – Kabupaten Garut, Jawa Barat, bukan hanya terkenal dengan dodol, teh, dan pemandangan alamnya yang indah, tapi juga menyimpan kekayaan sejarah dan spiritual dari era Kerajaan Pajajaran.

Di sini, banyak patilasan atau situs keramat yang dikaitkan dengan Prabu Siliwangi, raja legendaris Pajajaran yang bijaksana dan sakti serta putranya, Raden Kian Santang.

Situs-situs ini menjadi magnet wisata religi, ziarah, dan napak tilas bagi masyarakat Sunda dan luar daerah.

Baca Juga:Padel, Olahraga Raket Hits yang Sedang Booming di Indonesia 2026Prediksi Cuaca Garut Februari 2026: Hujan Ringan hingga Sedang Mendominasi, Waspada Banjir dan Longsor

Prabu Siliwangi atau Sri Baduga Maharaja adalah raja legendaris Kerajaan Pakuan Pajajaran yang memerintah sekitar abad ke-15 hingga awal abad ke-16.

Masa pemerintahannya digambarkan sebagai “zaman keemasan” Tatar Sunda dimana masyarakatnya hidup adil, makmur, dan kuat.

Dalam tradisi lisan Sunda, beliau sering dikaitkan dengan harimau sebagai simbol kekuatan gaib. Saat kerajaan menghadapi tekanan dari kerajaan Islam seperti Banten dan Cirebon yang dipimpin keturunannya sendiri, Prabu Siliwangi memilih ngahyang untuk menghindari pertumpahan darah.

Menurut beberapa babad, beliau menghilang di Leuweung Sancang di pesisir selatan Garut.

Kawasan ini kini dikenal sebagai petilasan Prabu Siliwangi, lengkap dengan mitos pohon kaboa dan harimau gaib.

Selain itu, beberapa tempat di Garut seperti Sanding, Munjul, dan sekitar Gunung Salak disebut sebagai jalur pelarian atau “nerus bumi” sang raja beserta pasukannya.

Kerajaan Pajajaran berpusat di Pakuan atau saat ini dikenal sebagai Bogor sekarang, tapi pengaruhnya meluas ke Priangan termasuk Garut. Banyak situs di Garut menjadi saksi bisu transisi dari Hindu ke Islam di tanah Sunda.

Baca Juga:iPhone 17e Siap Guncang Kelas Mid-Entry Level: Bocoran Spesifikasi & FiturnyaDaging Segar Tak Dianjurkan Dicuci dengan Air Keran, Ini Data dan Penjelasan Ahlinya

Raden Kian Santang: Putra Prabu Siliwangi dan Penyebar Islam

Raden Kian Santang adalah putra Prabu Siliwangi dari Nyai Subang Larang. Ia adalah saudara dariWalangsungsang dan Nyai Rara Santang.

Dalam cerita rakyat, Kian Santang berselisih dengan ayahnya soal agama. Ia memeluk Islam setelah pergi ke Mekah, lalu kembali ke Pajajaran untuk berdakwah tanpa kekerasan.

Menurut Babad Godog, beliau menyebarkan Islam di Priangan melalui dakwah damai, khitan, dan syahadat. Setelah tugasnya selesai, Kian Santang memilih menyepi dan akhirnya menetap di Gunung Godog, Desa Lebak Agung, Kecamatan Karangpawitan, Garut. Di sinilah beliau wafat dan dimakamkan.

0 Komentar