GARUT – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Leuwigoong pada Kamis sore (12/2/2026) mengakibatkan benteng SMAN 10 Garut ambrol sepanjang kurang lebih 50 meter. Insiden ini memicu banjir bandang yang merendam puluhan rumah warga dan melumpuhkan aktivitas lingkungan.
Benteng sekolah dengan tinggi 6 meter tersebut ambrol setelah tidak kuat menahan guyuran hujan. Puing-puing material benteng jatuh dan menutup total badan irigasi Cibuyutan Utara.
Akibatnya, arus air meluap ke jalan lingkungan Kampung Cibudug, Desa Sindangsari, yang seketika berubah menjadi aliran sungai sehingga tidak dapat dilintasi kendaraan.
Baca Juga:Penuh Makna, HJG ke-213 Garut Angkat Sejarah, Budaya, dan Harapan Masa DepanJelang Ramadhan 2026, IWAPA Pasar Ciawitali Garut Nilai Sidak Pemkab Belum Beri Solusi Nyata
Beruntung, saat peristiwa terjadi, para siswa sudah pulang sekolah sehingga tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.
Luapan air irigasi merendam puluhan rumah di Kampung Cibudug RW 10, termasuk rumah milik Sri, Sobar, Sardi, hingga rumah almarhum Aten.
Salah seorang warga, Elis, mengungkapkan kesulitan yang dihadapi keluarganya karena posisi rumah yang rendah.
”Rumah saya terendam banjir. Terlebih posisinya di ujung dan rendah. Air sulit surut. Aktivitas warga terhenti. Fokus menangani banjir,” kata Elis.
Selain pemukiman, sektor perikanan warga turut terdampak parah. Kolam milik Marwati, Joni, dan warga lainnya terendam luapan air yang menyebabkan ikan-ikan hanyut terbawa arus.
“Kolam saya terendam. Air meluap sulit dikendalikan. Ikannya pasti kabur dan hanyut terbawa banjir,” ungkap Marwati.
Pihak SMAN 10 Garut telah melaporkan kejadian ini secara resmi. Hingga berita ini diturunkan, guru dan karyawan sekolah dibantu warga setempat masih berupaya mengangkat puing-puing benteng yang menyumbat saluran irigasi.
Baca Juga:Program MBG di SMP 1 Garut Berjalan Aman Tanpa Kendala, Siswa Sebut Sangat BermanfaatBupati Garut Siap Keluarkan Surat Edaran Agar SPPG Bekerjasama dengan BUMDes dan KDMP
Aparat kepolisian dari Polsek Leuwigoong juga telah berada di lokasi untuk melakukan pengecekan serta pendataan dampak bencana. Meski pada pukul 16.16 WIB volume air mulai menurun, warga tetap merasa waswas.(*)
