GARUT — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Garut memperkuat komitmen pelayanan kesehatan bagi warga binaan melalui pembaruan perjanjian kerja sama dengan Puskesmas Siliwangi Kabupaten Garut.
Penandatanganan kerja sama dilaksanakan di ruang kerja Kepala Rutan Garut, Rabu (11/2/2026), sebagai langkah strategis memastikan layanan kesehatan berjalan optimal dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Rutan Garut, Kepala Puskesmas Siliwangi, jajaran pejabat struktural Rutan, serta tim tenaga medis. Selain penandatanganan dokumen, agenda juga mencakup evaluasi pelaksanaan kerja sama sebelumnya, pembahasan kebutuhan layanan terkini, serta perencanaan program kesehatan lanjutan di lingkungan rutan.
Baca Juga:Membangun Ekosistem SeniGarut dan Para Pelukisnya: Lahir di Sini, Tumbuh di Tempat Lain
“Kerja sama ini merupakan perpanjangan sekaligus penyempurnaan kolaborasi yang telah berjalan, dengan fokus pada peningkatan kualitas layanan kesehatan warga binaan,” kata Kepala Rutan Kelas IIB Garut, Muchamad Ismail.
Ia menjelaskan bahwa layanan tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan rutin, penanganan medis dasar, edukasi kesehatan, pengendalian penyakit menular, hingga sistem rujukan bagi warga binaan yang memerlukan penanganan lanjutan di fasilitas kesehatan.
Ia menegaskan bahwa pemenuhan hak kesehatan merupakan bagian penting dari pelaksanaan tugas pemasyarakatan yang berorientasi pada kemanusiaan. “Pembaruan kerja sama ini menjadi wujud komitmen kami dalam memastikan setiap warga binaan mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak,” tegasnya.
“Sinergi dengan Puskesmas Siliwangi memungkinkan penanganan medis dilakukan lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi. Kami ingin memastikan aspek pencegahan, pemeriksaan rutin, hingga penanganan darurat berjalan sistematis,” sambunya.
Ismail menjelaskan bahwa kondisi kesehatan warga binaan sangat berpengaruh terhadap stabilitas dan keamanan lingkungan rutan. Karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kebutuhan strategis.
“Pelayanan kesehatan bukan hanya soal pengobatan, tetapi juga edukasi dan pencegahan penyakit. Dengan kerja sama ini, kami berharap deteksi dini gangguan kesehatan bisa dilakukan lebih optimal, sehingga risiko penyebaran penyakit dapat diminimalkan. Ini sekaligus mendukung terciptanya lingkungan rutan yang sehat dan kondusif,” jelasnya.
Ismail juga menekankan pentingnya keberlanjutan program kesehatan sebagai bagian dari pembinaan warga binaan.
Baca Juga:PMII Garut Soroti Kesehatan Mental Pelajar, Tragedi Siswa SD di NTT Jadi Alarm Dunia PendidikanPelaku Curanmor di Garut Kota Ditangkap, Motor Honda Beat Masih Dicari
“Kami ingin warga binaan tetap mendapatkan hak pelayanan yang manusiawi. Dengan dukungan tenaga medis profesional, program kesehatan dapat berjalan konsisten dan berkesinambungan. Harapannya, kualitas layanan semakin meningkat dan mampu menjawab kebutuhan kesehatan di dalam rutan,” tambahnya.
