RADARGARUT.ID – Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) pada perdagangan hari ini mengalami koreksi tipis dibandingkan kemarin. Menurut data harga dari media ekonomi, harga jua emas Antam turun sekitar Rp7.000 per gram menjadi sekitar Rp2.947.000/gram.
Sementara itu, harga buyback (harga saat konsumen menjual kembali emas ke Antam) juga turun menjadi sekitar Rp2.741.000/gram.
Meski turun sedikit hari ini, harga emas Antam masih tetap berada di level tinggi mendekati Rp. 3 juta per gram, mencerminkan tren harga emas yang masih kuat pada awal tahun ini meskipun rentan terhadap koreksi jangka pendek.
Baca Juga:Jalan Dirabat Beton Tanpa Drainase, Warga dan Instansi di Cibatu Atasi Banjir Secara MandiriBahas Galian C hingga Kawasan Hutan, PDIP Garut Tekankan Prinsip 3P
Pergerakan Harga Belakangan Ini
Beberapa hari terakhir, harga emas Antam sempat mengalami fluktuasi naik turun:
- Beberapa update sebelumnya menunjukkan harga yang sempat naik puluhan ribu rupiah dari hari ke hari.
- Tren umum harga emas di awal Februari juga pernah mencatat kenaikan signifikasi yang membuat harga emas menyentuh kisaran sekitar Rp2,94 – Rp2,95 juta/gram sebelum koreksi tipis hari ini.
Apa Penyebab Pergerakan Harga
Pergerakan harga emas Antam seperti hari inin dipengaruhi oleh beberapa faktor utama:
- Harga emas global, Harga logam mulia dunia secara umum menentukan baseline harga emas di Indonesia, termasuk Antam
- Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, Rupiah yang melemah biasanya membuat harga emas lokal lebih tinggi karena emas dihargai dalam Dolar
- Sementimen pasar global, Ketidakpastian geopolitik dan tekanan ekonomi global sering mendorong investor beralih ke emas sebagai aset aman, sehingga harga emas tetap tinggi meskipun ada koreksi harian
Jadi, untuk Harga emas Antam hari ini mengalami koreksi tipis, turun sekitar Rp7.000 per gram menjadi di kisaran Rp2,94 juta per gram.
Meskipun demikian, harga emas masih tetap tinggi secara historis, menandakan permintaan yang kuat dan sentimen pasar yang cenderung memilih emas sebagai lindung nilai terhadap risiko ekonomi global.
