GARUT – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana, menyatakan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima kepastian terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan.
Ia mengatakan, bahwa kebijakan pelaksanaan MBG sepenuhnya menjadi kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN), sehingga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut tidak memiliki ruang untuk melakukan intervensi.
“Saya sampai hari ini belum mendapatkan kepastian, bagaimana nanti saat bulan puasa, anak-anak ini tetap diberi MBG atau bagaimana. Itu yang sampai sekarang belum ditetapkan,” ujar Nurdin Yana, Rabu 11 Februari 2026.
Baca Juga:Awal Tahun 2026 Kasus DBD di Garut Mengalami PenurunanPuskesmas Cilawu Raih Predikat WBK, Pemkab Garut Targetkan 50 Persen UKPP Bebas Korupsi Di Tahun 2026
Ia menegaskan, bahwa keputusan terkait keberlanjutan program MBG saat Ramadan merupakan kebijakan murni dari pihak penyelenggara program.
“Karena itu pure kebijakan MBG. Kita tidak tahu persis apakah akan berjalan atau tidak, karena sekali lagi ini kebijakan BGN,” tegasnya.
Nurdin menjelaskan, pihaknya sudah berupaya melakukan komunikasi untuk mendapatkan kejelasan. Namun, hingga kini belum ada respon terkait hal tersebut.
“Saya sudah mencoba berkomunikasi, tapi belum nyambung, belum ada respon. Jadi kita belum bisa menyampaikan informasi yang pasti,” jelasnya.
Ia juga menyinggung kemungkinan teknis pelaksanaan yang akan menyesuaikan dengan kondisi kegiatan belajar mengajar selama Ramadan.
Menurutnya, jika sekolah diliburkan, maka ada kemungkinan program MBG juga ikut diliburkan.
“Kalau sekolahnya libur, ya mungkin MBG juga libur. Tapi itu pun kita belum tahu pasti, karena bukan menjadi tanggung jawab kita,” ucapnya.
Baca Juga:Mobil Triton Terjun ke Jurang Sedalam 6 Meter di Bungbulang, Empat Orang Luka RinganHanya 4 Langkah! Ubah Foto Biasa Jadi Estetik dengan Prompt AI Stylish
Terkait jumlah dapur SPPG di Garut, Nurdin menyebutkan, bahwa saat ini jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di Garut telah mencapai sekitar 369 unit. “Tapi kalau hari ini tidak tahu sudah ada berapa, karena setiap hari ada perkembangan,” pungkasnya. (Ale)
