RADARGARUT.ID – Kebiasaan mencuci daging segar seperti ayam, sapi, maupun kambing sebelum dimasak masih jamak dilakukan di berbagai daerah, termasuk di Indonesia.
Banyak orang meyakini bahwa mencuci daging dengan air keran dapat menghilangkan kuman dan membuat bahan makanan lebih aman dikonsumsi.
Namun, berdasarkan data dan penelitian di bidang keamanan pangan, kebiasaan ini justru tidak disarankan dan berpotensi membahayakan kesehatan.
Baca Juga:Menyambut Mentari Pagi, Ini Deretan Spot Sunrise Terindah di Garut yang Wajib Dikunjungi3 Hal yang Harus Dilakukan di Pagi Hari Agar Tetap Produktif Sepanjang Hari
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau Centers for Disease Control and Prevention secara tegas menyatakan bahwa mencuci daging mentah tidak akan membunuh bakteri.
Dalam panduannya, CDC menegaskan, “Washing raw meat does not remove bacteria. Only cooking can do that.”
Artinya, bakteri berbahaya seperti Salmonella dan E. coli hanya bisa dimatikan melalui proses memasak dengan suhu yang tepat, bukan dengan air keran.
Data CDC juga menunjukkan bahwa sekitar 48 juta kasus keracunan makanan terjadi setiap tahun di Amerika Serikat, dan salah satu penyebab utamanya adalah kontaminasi silang dari bahan makanan mentah di dapur.
Mencuci daging mentah berisiko menyebabkan percikan air yang membawa bakteri menyebar ke wastafel, meja dapur, peralatan masak, hingga makanan lain di sekitarnya.
Hal senada disampaikan Organisasi Kesehatan Dunia, WHO. WHO dalam pedoman Five Keys to Safer Food menekankan pentingnya memisahkan bahan mentah dan makanan matang.
Praktik mencuci daging mentah dinilai dapat meningkatkan risiko penyebaran mikroorganisme berbahaya jika tidak diikuti dengan sanitasi dapur yang ketat.
Baca Juga:Lebih Dari Sekedar Obat Batin, Ini Dia Manfaat Shalat Bagi Tubuh!Mancing: Hobi Baru yang Sedang Hits di Kalangan Anak Muda Indonesia
Pakar keamanan pangan dari Cornell University, Prof. Martin Wiedmann, juga menyebut bahwa mencuci daging ayam adalah salah satu kesalahan paling umum di dapur.
Ia menyatakan, “Rinsing poultry spreads bacteria around the kitchen instead of removing it.”
Pernyataan ini menegaskan bahwa tujuan mencuci daging sering kali justru berbanding terbalik dengan hasil yang diharapkan.
Selain faktor kesehatan, mencuci daging juga dapat memengaruhi kualitas masakan.
Air yang terserap ke dalam serat daging, terutama ayam, bisa mengubah tekstur dan menurunkan cita rasa alami saat dimasak.
