Awal Tahun 2026 Kasus DBD di Garut Mengalami Penurunan

ilustrasi nyamuk DBD (AI)
ilustrasi nyamuk DBD (AI)
0 Komentar

GARUT – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut mencatat sekitar 200-an kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terjadi pada awal tahun 2026 ini.

Namun dari jumlah tersebut, dilaporkan satu kasus meninggal dunia yang terjadi di wilayah perkotaan.

Kepala Dinkes Garut, Leli Yuliani, mengatakan bahwa jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, tren kasus DBD saat ini cenderung melandai, artinya kasus DBD awal tahun ini mengalami penurunan.

Baca Juga:Puskesmas Cilawu Raih Predikat WBK, Pemkab Garut Targetkan 50 Persen UKPP Bebas Korupsi Di Tahun 2026Mobil Triton Terjun ke Jurang Sedalam 6 Meter di Bungbulang, Empat Orang Luka Ringan

“Kalau dilihat dari tren, tahun ini tidak semeningkat tahun kemarin, agak melandai, ada pengurangan. Mudah-mudahan ini pertanda baik karena memang masih awal tahun. Biasanya kalau melihat tren tahun lalu, di bulan Februari kasus cukup tinggi kenaikannya,” ujar Leli, Rabu 11 Februari 2026.

Meski begitu, pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama memasuki musim pancaroba yang ditandai dengan curah hujan cukup tinggi.

Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD.

Leli menjelaskan, bahwa faktor daya tahan tubuh yang tidak fit bisa menjadi salah satu penyebab masyarakat terkena DBD.

Oleh karena itu, Leli mengimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memperhatikan kesehatan tubuh.

“Penyebabnya salah satunya karena kondisi daya tahan tubuh yang memang tidak fit. Jadi masyarakat harus memperhatikan kesehatan diri sekaligus kesehatan lingkungan,” imbuhnya.

Ia mengungkapkan, bahwa kasus DBD yang terjadi di awal tahun ini paling banyak di wilayah perkotaan. “Penderita paling banyak di kota karena penduduknya padat. Upaya kebersihan lingkungan harus sangat diperhatikan,” ungkapnya.

Baca Juga:Hanya 4 Langkah! Ubah Foto Biasa Jadi Estetik dengan Prompt AI Stylish4 Makanan Khas Imlek dan Filosofi di Baliknya

Leli menegaskan, pentingnya pemberantasan sarang nyamuk, sebagai langkah utama pencegahan DBD.

Masyarakat diminta rutin memeriksa dan membersihkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang jentik nyamuk, seperti bak mandi, pot tanaman, talang air, serta berbagai wadah yang dapat menampung air hujan.

“Untuk DBD ini, kuncinya bagaimana kita bisa memberantas sarang nyamuk agar jentik-jentiknya tidak tumbuh. Di musim pancaroba seperti sekarang, kalau ada genangan harus diwaspadai dan segera diamankan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat selalu waspada terhadap kemungkinan adanya jentik nyamuk di sekitar rumah, kantor, sekolah, maupun lingkungan tempat beraktivitas lainya.

0 Komentar