RADARGARUT.ID– Alun-Alun Tarogong merupakan salah satu ruang publik bersejarah di Kabupaten Garut yang memiliki peran penting dalam perjalanan wilayah Tarogong, khususnya Tarogong Kidul.
Meski kini dikenal sebagai tempat berkumpul warga dan pusat aktivitas sosial, Alun-Alun Tarogong menyimpan jejak sejarah panjang sejak masa kolonial.
Pada masa Hindia Belanda, Tarogong dikenal sebagai kawasan strategis. Wilayah ini berkembang lebih awal dibanding pusat Kota Garut saat ini.
Baca Juga:Mancing: Hobi Baru yang Sedang Hits di Kalangan Anak Muda IndonesiaJejak Sejarah Dan Pengorbanan Pahlawan Di Taman Makan Pahlawan Tenjolaya
Tarogong pernah menjadi pusat pemerintahan lokal dan aktivitas administrasi kolonial sebelum pusat kota bergeser ke kawasan Garut Kota.
Keberadaan alun-alun pada masa itu tidak lepas dari pola tata kota kolonial, di mana alun-alun berfungsi sebagai pusat kegiatan pemerintahan, sosial, dan militer.
Alun-Alun Tarogong pada awalnya menjadi tempat upacara resmi, apel pemerintahan, hingga kegiatan masyarakat yang berkaitan dengan kepentingan kolonial.
Di sekitarnya berdiri bangunan-bangunan penting, seperti kantor pemerintahan, rumah pejabat, serta fasilitas pendukung lainnya.
Konsep ini mengikuti model kota tradisional Jawa yang kemudian diadaptasi oleh pemerintah kolonial Belanda.
Seiring berjalannya waktu dan perubahan sistem pemerintahan, fungsi Alun-Alun Tarogong mulai bergeser.
Setelah masa kemerdekaan, kawasan Tarogong berkembang sebagai pusat permukiman dan aktivitas ekonomi masyarakat Garut bagian utara.
Baca Juga:Komarudin, Pahlawan Garut Asal KoreaWajib! Ini Dia Alasan Dibalik Anjuran Ganti Helm Setiap 5 Tahun Sekali
Alun-alun tidak lagi menjadi pusat pemerintahan, melainkan ruang publik yang dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan.
Memasuki era modern, Alun-Alun Tarogong mengalami sejumlah penataan dan revitalisasi. Pemerintah daerah berupaya menjadikan alun-alun sebagai ruang terbuka hijau yang nyaman dan ramah bagi warga.
Kini, Alun-Alun Tarogong kerap digunakan untuk olahraga pagi, tempat bermain anak, lokasi bersantai keluarga, hingga pusat kegiatan masyarakat seperti bazar dan acara keagamaan.
Nilai historis yang dimilikinya menjadikan Alun-alun Tarogong bukan sekadar ruang terbuka biasa.
Lokasi ini menjadi saksi perkembangan Tarogong dari kawasan administratif kolonial hingga menjadi bagian penting dari denyut kehidupan masyarakat Garut saat ini.
Keberadaan alun-alun juga mencerminkan perubahan wajah kota, dari fungsi simbol kekuasaan menjadi ruang kebersamaan.
Dengan menjaga dan merawat Alun-Alun Tarogong, masyarakat turut melestarikan bagian penting dari sejarah Garut. Alun-alun ini bukan hanya tempat berkumpul, tetapi juga pengingat perjalanan panjang Tarogong dalam membentuk identitas Kabupaten Garut. (*)
