Membangun Ekosistem Seni

istimewa
DR. Moch Ilham Anshory
0 Komentar

Jagat sastra Garut sudah punya nama sejak masa kolonial dengan yaitu dengan sosok Haji Hasan Musatapa dan Moehamad Moesa.

Pascakemerdekaan ada sosok Achdiat K. Miharja penulis Novel Atheis yang diterjemahkan kedalam bahasa asing. Seni Tari Garut melahirkan Enoch Atmadibrata akademisi sekaligus praktisi tari.

Enoch merupakan salah satu penari yang mendunia sekaligus salah seorang pendiri jurusan Seni Tari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Nano S. salah satu putra Garut yang menjadi maestro karawitan Sunda.

Baca Juga:Garut dan Para Pelukisnya: Lahir di Sini, Tumbuh di Tempat LainPMII Garut Soroti Kesehatan Mental Pelajar, Tragedi Siswa SD di NTT Jadi Alarm Dunia Pendidikan

Kemudian seniman yang menghiasi layar kaca mengenal komedian mendiang Jojon. Untuk layar lebar dari zaman Arman Effendi hingga sekarang Cecep Arif Rahman.

Demi keberlanjutan seniman asgar perlu adanya ekosistem seni. Sudah saatnya menghentikan seni sebagai pemanis, seni yang hanya hadir dalam peringatan hari jadi garut.

Seni harus berkelanjutan. Sudah saatnya membangun ekosistem seni. Jelekong contoh sukses ekosistem seni yang paling dekat.

Pada tahun 2024 penulis membimbing santri mengikuti sakola budaya yang disenggarakan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX. Jelekong menjadi salah satu lokasi Sakola Budaya. Jelekong kawentar melahirkan maestro Wayang Golek Keluarga Abah Sunarya.

Ketika berkunjung ke Jelekong tidak hanya menonton pertunjukan Wayang Golek, peserta sakola budaya diajak untuk mewarnai kanvas. Bagi warga Jelekong memegang bisa karena biasa.

Penulis melihat terbentuknya ekosistem seni di Garut secara optimis tetapi dengan catatan. Optimis karena potensinya masih besar. Kunjungan wisata ke Garut sangat besar. Pada tahun 2025 lebih dari lima juta wisatawan yang berkunjung ke Garut.

Bidang sastra, Teddi Muhtadin salah seorang juri Hadiah Sastra Ranacage, tinggal di Garut. Darpan A Winangun sebagai penulis carita pondok yang telah moyan tinggal di Garut juga. Kita bisa ngahiap para seniman asgar yang nanjeur untuk ikut terlibat membesarkan ekosistem seni di Garut.

Baca Juga:Pelaku Curanmor di Garut Kota Ditangkap, Motor Honda Beat Masih Dicari85 Body Pack Ditemukan Hingga Hari ke-11 Operasi SAR di Pasirlangu

Lalu apa catatannya? Seniman Garut harus memiliki memiliki keingintahuan yang tinggi, harus ngindung ka waktu mi bapa ka zaman atau mengikuti perkembangan zaman. Mau tidak mau harus siap mamasuki ranah industri.

Selanjutnya harus pahieuk-hieuk leungeun atau kolaborasi. Sudah saatnya menerapkan kolaborasi Hexa Helix (Pemerintah, Akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, dan Teknologi Informasi).

0 Komentar