GARUT – Pembangunan rabat beton di Jalan Sutan Syahrir, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, menimbulkan dampak lanjutan bagi warga dan sejumlah instansi di sekitarnya.
Jalan yang kini lebih tinggi dari permukiman menyebabkan air hujan mengalir deras ke area yang lebih rendah, sehingga rumah warga, warung, hingga garasi kerap terendam banjir saat hujan deras turun.
Salah seorang warga, Enung Suryati, mengungkapkan kondisi tersebut sudah sering terjadi sejak jalan diperkeras dengan rabat beton tanpa dilengkapi saluran drainase yang memadai. Akibatnya, air dari badan jalan langsung mengalir ke rumah dan tempat usaha miliknya.
Baca Juga:Bahas Galian C hingga Kawasan Hutan, PDIP Garut Tekankan Prinsip 3PDamkar Garut Evakuasi Ular Sanca 5 Meter Saat Warga Hendak Antar Takjil
“Lihat lantai warung dan lantai rumah tergenang air saat hujan turun. Air dari jalan mengalir ke lokasi yang lebih rendah. Terlebih rabat beton jalan, tanpa dilengkapi drainase,” kata Enung Suryati, Selasa (10/2/2026).
Enung mengaku telah berupaya mengatasi masalah tersebut dengan menyuruh tukang bangunan membuat saluran drainase di sekitar rumahnya.
Namun, saat hujan deras turun, air masih menggenangi lantai rumah, warung, serta garasi. Kondisi itu mendorong dilakukan perbaikan lanjutan.
Sebagai langkah antisipasi, tembok drainase kemudian ditinggikan hingga berada di atas permukaan jalan. Upaya tersebut diharapkan mampu menahan aliran air dari jalan agar tidak kembali masuk ke rumah warga ketika hujan deras terjadi.
Masalah serupa juga dialami oleh pihak PLN Cibatu. Untuk mencegah banjir di area instansi tersebut, pihak PLN turut membuat drainase di sepanjang jalan.
Pekerjaan pembangunan drainase itu melibatkan pekerja bangunan yang didatangkan dari Cilacap.
Sementara itu, warga lainnya yang rumahnya berada di pinggir jalan juga melakukan upaya mandiri. Mereka menumpuk batu di depan rumah agar air hujan tidak langsung masuk dan menggenangi lantai rumah saat hujan deras turun. (Pepen Apendi)
