GARUT – Monitoring dan pemeliharaan tanaman jagung di Lahan Binaan Polri (LBP) dilaksanakan secara intensif oleh Polsek Kadungora melalui Bhabinkamtibmas Desa Tanggulun, Senin (9/2/2026).
Kegiatan ini dipusatkan di lahan seluas 1 hektar milik Kelompok Tani Sinar Harapan, Kampung Cirandaka, Desa Tanggulun, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut.
Kapolsek Kadungora Kompol Alit Kadarusman, menyatakan bahwa pendampingan ini adalah langkah nyata Polri dalam memperkuat Program Ketahanan Pangan Nasional sekaligus mendorong kesejahteraan petani di wilayah tersebut.
Baca Juga:Cegah Kenakalan Remaja, Polsek Sukawening Jadi Pembina Upacara di SMA dan SMP IT Futuhiyah70 Ribu Warga Garut Dicoret dari BPJS PBI, Bupati Minta Penanganan Cepat
“Pendampingan ini dilakukan untuk memastikan tanaman jagung di lahan binaan Polri tumbuh dengan baik dan optimal. Saat dilakukan pengecekan, usia tanaman sekitar 70 hari dengan tinggi rata-rata mencapai 175 sentimeter,” ungkapnya.
Koordinasi Hasil Panen dan Standar Bulog
Selain memantau kondisi tanaman yang tumbuh subur, petugas juga membangun koordinasi terkait distribusi hasil panen. Seluruh produksi jagung nantinya direncanakan untuk memasok kebutuhan Bulog dengan ketentuan harga dan kualitas yang spesifik.
Hasil panen dengan kadar air 18–20 persen akan dihargai sebesar Rp5.500 per kilogram jika diambil langsung di lokasi petani. Sementara itu, untuk jagung dengan kadar air 14 persen, dipatok harga Rp6.400 per kilogram dengan syarat diantar langsung ke gudang Bulog.
Sinergi berkelanjutan antara Polsek Kadungora dan kelompok tani ini diharapkan mampu menjadi pilar utama dalam menjaga stabilitas pangan dan mendukung program pemerintah secara luas.(*)
