“Kita lagi melakukan kajian, kita belum bisa memberikan keterangan spesifik, tapi poinnya adalah kita ingin mendukung bahwa fungsi kawasan itu harus berfungsi sesuai semestinya, ada istilah Leuweung Hejo- Rakyat Ngejo,” katanya.
Ilham menjelaskan, bahwa harus benar-benar menjaga fungsi kawasan, karena melihat contoh bencana di pulau Sumatera yang telah terjadi, yang kemungkinan diakibatkan juga oleh alih fungsi lahan.
“Apalagi kita melihat merefleksikan beberapa kejadian bencana termasuk saudara-saudara kita yang di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, itu kan juga ada kemungkinan diagnosisnya juga kan gara-gara fungsi kawasan yang beralih gitu ya, jadi Garut kita juga pernah mengalami 2017 atau 2018 ya juga itu jadi konsen perhatian kita ke depan lah gitu,” jelasnya.
Baca Juga:Damkar Garut Evakuasi Ular Sanca 5 Meter Saat Warga Hendak Antar TakjilGarut Optimis Masuk 8 Besar pada Gelaran Porprov Jabar 2026
PDIP Juga Soroti Terkait Galian C di Garut
Terkait Galian C di Garut, kata dia, fungsi kelestarian pun harus dijaga, serta harus memikirkan ekonomi masyarakat agar terakomodir.
“Itu juga salah satu kajian kita, bagaimana fungsi kelestarian dan kawasan itu harus dijaga, tapi bagaimana harapan ekonomi masyarakat juga bisa tetap terakomodir gitu jadi itu mesti dikaji betul gitu ya,” katanya.
Ilham menambahkan, apapun itu terkait pembangunan berkelanjutan di Garut, pihaknya mendorong konsep 3P.
“Serta apapun itu kita pengen kawasan Garut ini tadilah prinsipnya 3P ya people profit planet ya, jadi kawasannya tetap terjaga lestari tapi ekonomi masyarakatnya juga maju,” tutup Ilham. (Rizka)
