Wajib! Ini Dia Alasan Dibalik Anjuran Ganti Helm Setiap 5 Tahun Sekali

(Unsplash/radargarut.id)
Ilustrasi helm berkendara (Unsplash/radargarut.id)
0 Komentar

RADARGARUT– Banyak pengendara motor beranggapan bahwa helm masih aman digunakan selama tampilannya mulus, tidak retak, dan busa bagian dalam terasa empuk.

Padahal, produsen helm dan standar keselamatan internasional merekomendasikan penggantian helm setiap 5 tahun, meskipun secara kasat mata masih terlihat layak pakai.

Rekomendasi ini bukan soal tren atau gaya, melainkan menyangkut keselamatan kepala saat berkendara.

Baca Juga:Pastikan Lakukan Hal Ini Supaya Baterai Iphone Kamu Awet!Hari Pers Nasional 2026: Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat

1. Material Helm Mengalami Penurunan Kualitas

Helm dibuat dari berbagai material pelindung, seperti plastik ABS, fiberglass, atau karbon pada bagian luar, serta Expanded Polystyrene di bagian dalam yang berfungsi menyerap energi benturan.

Seiring waktu, material ini akan mengalami degradasi akibat berbagai faktor, seperti paparan sinar ultraviolet, panas berlebih, hujan, kelembapan, hingga keringat dan minyak dari kepala pengendara.

Kerusakan ini sering kali tidak terlihat dari luar, namun struktur internal helm bisa menjadi rapuh.

Akibatnya, kemampuan helm dalam menyerap benturan saat kecelakaan menurun secara signifikan.

2. Busa Pelindung Tidak Lagi Optimal

Busa bagian dalam helm yang berfungsi menjaga posisi dan meredam tekanan juga mengalami perubahan seiring usia pemakaian.

Setelah bertahun-tahun, busa dapat mengempis, mengeras, dan kehilangan elastisitasnya.

Dampaknya, helm menjadi lebih longgar dan tidak lagi melindungi kepala secara maksimal.

Helm yang terasa nyaman saat dipakai belum tentu masih aman ketika terjadi benturan keras di jalan.

Baca Juga:Timnas Futsal Indonesia Raih Posisi Runner-Up AFC Futsal Asian Club 2026Surabi Papandayan, Warisan Kuliner Sejak 1960

3. Standar Keselamatan Helm Terus Berkembang

Industri perlengkapan keselamatan terus mengalami inovasi.

Helm keluaran terbaru umumnya dirancang lebih ringan, lebih kuat, dan memiliki sistem penyerapan energi benturan yang lebih baik.

Selain itu, peningkatan juga terlihat pada sistem ventilasi, penguncian, serta sertifikasi keselamatan terbaru.

Dengan mengganti helm lama, pengendara secara otomatis mendapatkan perlindungan yang sesuai dengan standar keselamatan terkini.

4. Keselamatan Kepala Tidak Bisa Ditawar

Kepala merupakan organ vital yang risikonya sangat tinggi saat terjadi kecelakaan.

Menggunakan helm yang sudah melewati masa pakainya sama seperti mengandalkan perlindungan yang sudah melemah terlihat baik-baik saja, tetapi bisa gagal saat paling dibutuhkan.

Dengan mengikuti anjuran ini maka resiko terjadinya luka serius ketika berkendara dapat berkurang serta memberikan rasa aman bagi pengendara.(*)

0 Komentar