Surabi Papandayan, Warisan Kuliner Sejak 1960

(Istimewa/radargarut.id)
Surabi Papandayan (Istimewa/radargarut.id)
0 Komentar

RADARGARUT- Kuliner surabi legendaris yang telah berdiri sejak tahun 1960-an yang berlokasi di sisi timur Jalan Papandayan ini jadi salah satu menu sarapan pagi kegemaran masyarakat Garut.

Karena lokasi berjualannya di Jalan Papandayan tepatnya sebelah lampu merah Papandayan, maka masyarakat Garut lebih akrab menyebutnya sebagai Surabi Papandayan.

Dikelola secara turun-temurun, kuliner satu ini tidak hanya enak namun juga menjadi saksi berbagai macam era dan generasi.

Baca Juga:Presiden Prabowo Soroti Kasus Kekayaan Alam Indonesia Yang MemprihatinkanCatat! Pantai Pasir Putih Garut Yang Wajib Kamu Kunjungi Di 2026

Masih dibuat dengan cara yang sangat tradisional, adonan surabi dibakar diatas tanah liat menggunakan arang.

Hal tersebut membuat aroma dan rasanya sangat khas dan lezat.

Meski lokasinya sederhana, hanya warung pinggir jalan dengan tungku arang tradisional, rasa dan kehangatan yang ditawarkan membuatnya tetap jadi favorit warga lokal maupun wisatawan. Bahkan sering habis sebelum jam 10 pagi karena antrean panjang.

Dengan harga yang sangat terjangkau yaitu mulai dari Rp8.000,00 sampai dengan Rp15.000,000 para pengunjung dapat merasakan surabi dengan berbagai varian rasa.

Tidak hanya varian original saja ada beberapa varian yang jadi kegemaran masyarakat Garut, diantaranya adalah varian abon, oncom, telur, seres keju dan lainnya.

Pelanggan juga bisa melakukan request untuk mix topping. Salah satu yang jadi rekomendasi adalah telur-abon, seres-keju, dan abon-oncom tergantung dari selera masing-masing.

Lokasi lengkapnya terletak di di Jalan Papandayan No.3 Paminggir, Kec. Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Buka sedari pukul 06.00 WIB sampai dengan habis. Biasanya orang berbondong-bondong mengantri karena surabi ini bisa saja habis sebelum jam 09.00 pagi.

Baca Juga:Lakukan Tindakan Kekerasan Seksual, 2 Oknum Polisi Di Jambi DipecatAnggaran Pendidikan Dipotong, MBG Ancam Sektor Pendidikan Indonesia

Perlu diperhatikan untuk pengunjung yang datang untuk tetap membawa uang cash karena transaksi yang dilakukan disini masih tradisional.

Tidak hanya dibungkus untuk dibawa pulang, surabi yang ditawarkan juga bisa langsung dimakan di tempat.

Suasana pagi Garut, dengan hiruk pikuk sibuknya jalanan pagi hari cocok dinikmati dengan seporsi serabi hangat.(*)

0 Komentar