Pemerhati Publik Soroti Kinerja Bupati Garut Jelang Satu Tahun Kepemimpinan

ale/radargarut
pemerhati publik Garut, Boy Sopian
0 Komentar

“Satu desa satu sarjana ini belum optimal, hanya berapa persen yang mendapatkan itu dari UNIGA, yang lain hanya kebagian beberapa persen. Lebih banyak UNIGA,” ucapnya.

Di bidang kesehatan, Boy juga menegaskan, bahwa saat ini terjadi peningkatan angka kematian ibu dan anak. Menurutnya, Pemkab Garut perlu bekerja sama lebih ekstra dalam menangani masalah tersebut.

Sementara itu, terkait dengan program bantuan Rp2 juta per kepala keluarga bagi warga miskin, Boy mempertanyakan kesiapan APBD Garut.

Baca Juga:Anggaran Besar Digelontorkan, Jalan Provinsi Jawa Barat Ditargetkan MulusBOP PTMSI Garut Cuma 500 Ribu Sebulan, Padahal Banyak Atlet Berpotensi

Ia mengungkapkan, bahwa kondisi APBD Garut saat ini mengalami penurunan dan sebagian besar terserap untuk belanja pegawai, termasuk PPPK.

“Apakah memungkinkan untuk tahun sekarang, apakah anggaranya ada, sedangkan situasi kondisi APBD Garut hari ini mengalami penurunan, habis untuk PPPK. Kemudian anggaran belanja modal saja sampai Rp 250 miliar, jadi bagaimana pembangunan ini mau berjalan,” ungkapnya.

Boy menyimpulkan, bahwa secara keseluruhan kinerja Bupati Garut dan Wakilnya saat ini masih belum optimal. “Kesimpulanya selama satu tahun ini, ada positif ada negatif, kebanyakanya negatif,” pungkasnya. (Ale)

0 Komentar