Pemerhati Publik Soroti Kinerja Bupati Garut Jelang Satu Tahun Kepemimpinan

ale/radargarut
pemerhati publik Garut, Boy Sopian
0 Komentar

GARUT – Menjelang satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Garut, Syakur Amin dan Putri Karlina, ada beberapa jumlah catatan yang disampaikan pemerhati publik Garut, Boy Sopian.

Ia menilai selama satu tahun berjalan, kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut menunjukkan adanya capaian positif.

Namun lebih dinilai masih banyaknya kekurangan, khususnya di sektor infrastruktur jalan, pendidikan, dan kesehatan.

Baca Juga:Anggaran Besar Digelontorkan, Jalan Provinsi Jawa Barat Ditargetkan MulusBOP PTMSI Garut Cuma 500 Ribu Sebulan, Padahal Banyak Atlet Berpotensi

Boy menyampaikan, khususnya persoalan infrastruktur jalan saat ini masih menjadi keluhan masyarakat.

Menurutnya, banyak aduan masyrakat terkait masih banyaknya jalan rusak, berlubang, hingga jembatan yang terancam runtuh.

“Sebetulnya cepat tanggap sih, karena hari ini hari media sosial jadi mereka menggunakan media sosial untuk merespon masyarakat ketika ada laporan, itu segera ditanggapi,” ujar Boy, Senin 9 Februari 2026.

Meski begitu, ia mengatakan, bahwa langkah-langkah yang dilakukan saat ini belum maximal.

Ia menilai, meskipun target program masih berada di jalur yang direncanakan, namun pelaksanaan di lapangan masih terkendala anggaran dan perencanaan yang belum matang.

“Banyak pekerjaan yang seharusnya dilakukan sejak tahun sebelumnya karena sifatnya darurat, tetapi baru dilaksanakan tahun ini. Itu menunjukkan ada persoalan perencanaan,” katanya.

Boy menjelaskan, sebagai contoh pembangunan dan perbaikan jalan di sejumlah titik yang dinilai belum merata dan cenderung terfokus pada jalur tertentu.

Baca Juga:Cek Harga Emas Antam di Pegadaian 9 Februari 2026, Terbaru Hari IniDTSEN Dinilai Belum Cerminkan Kondisi Riil Kesejahteraan Warga Garut

Ia menyoroti kualitas pengerjaan jalan seperti ruas Simpang Lima–UNIGA hingga Jalan Musadaddiyah–Proklamasi yang dinilai belum optimal.

“Kita lihat kalau jalan pakai hotmix itu tidak bergelombang, coba aja rasain pasti ada gelombang. Itu juga tidak maksimal,” jelasnya.

Ia juga menyinggung kerusakan jalan di wilayah Pamegatan–Singajaya yang kembali berlubang meski sebelumnya telah dibangun dengan sistem cor beton.

Menurutnya, faktor kerusakan jalan tidak hanya disebabkan alam, tetapi juga kesalahan perencanaan, seperti tidak adanya drainase yang memadai.

“Kenapa hari ini berlubang lagi, terjadi kerusakan lagi, itu karena perencanaan. Harusnya drainase dulu,” imbuhnya.

Di sektor pendidikan, Boy mengapresiasi program satu desa satu sarjana yang telah dijalankan. Namun, ia menilai pelaksanaannya sejauh ini masih belum optimal.

0 Komentar