Ia membelot dan bergabung dengan para pejuang lokal di wilayah Garut dan sekitarnya.Ikut Bertempur Bersama Pejuang GarutDalam perjuangannya, Yang Chil Seong dikenal memiliki kemampuan militer yang baik.
Ia membantu pejuang Indonesia dalam berbagai operasi perlawanan terhadap tentara Belanda. Demi menyatu dengan masyarakat setempat, ia bahkan menggunakan nama Indonesia, Komarudin, agar identitasnya tidak mudah dikenali musuh.
Keberanian dan kesetiaannya membuat Yang Chil Seong dihormati oleh rekan-rekan seperjuangannya. Ia bukan sekadar simpatisan, melainkan benar-benar mengangkat senjata dan mempertaruhkan nyawanya demi kemerdekaan Indonesia.
Baca Juga:Pastikan Lakukan Hal Ini Supaya Baterai Iphone Kamu Awet!Hari Pers Nasional 2026: Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat
Gugur dan Dimakamkan sebagai PahlawanSayangnya, perjuangan Yang Chil Seong berakhir tragis. Ia ditangkap oleh tentara Belanda dan dieksekusi sekitar tahun 1949.
Meski bukan warga negara Indonesia, pengorbanannya diakui sebagai bagian dari perjuangan bangsa.Sebagai bentuk penghormatan, pemerintah Indonesia memindahkan makamnya ke Taman Makam Pahlawan Tenjolaya, Garut.
Di sanalah Yang Chil Seong dimakamkan berdampingan dengan para pahlawan lain yang gugur demi negeri ini.
Simbol Persaudaraan dan Solidaritas InternasionalKisah Yang Chil Seong menjadi simbol kuat solidaritas internasional dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Ia membuktikan bahwa nilai kemanusiaan, keadilan, dan kebebasan mampu melampaui perbedaan bangsa dan asal-usul.
Hingga kini, makam Yang Chil Seong masih diziarahi, bahkan oleh keluarganya dari Korea Selatan. Namanya mungkin tidak setenar pahlawan nasional lain, tetapi jasanya tetap abadi dalam sejarah perjuangan Indonesia khususnya di tanah Garut. (*)
