RADARGARUT– Tidak banyak yang tahu bahwa di Taman Makam Pahlawan (TMP) Tenjolaya, Kabupaten Garut, terdapat makam seorang pejuang kemerdekaan yang berasal dari Korea.
Sosok tersebut adalah Yang Chil Seong, seorang pemuda asal Korea yang memilih mengorbankan hidupnya demi kemerdekaan Indonesia.
Kisahnya menjadi bukti bahwa perjuangan melawan penjajahan tidak mengenal batas negara.
Baca Juga:Pastikan Lakukan Hal Ini Supaya Baterai Iphone Kamu Awet!Hari Pers Nasional 2026: Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat
Awal Kedatangan Yang Chil Seong ke Indonesia
Yang Chil Seong datang ke Indonesia pada masa pendudukan Jepang di Perang Dunia II.
Saat itu, Korea berada di bawah kekuasaan Jepang, sehingga banyak pemuda Korea direkrut dan dikirim sebagai tenaga militer ke berbagai wilayah jajahan, termasuk Indonesia.
Namun, situasi berubah drastis setelah Jepang menyerah pada tahun 1945.
Alih-alih kembali atau tunduk pada kekuatan kolonial, Yang Chil Seong justru memilih berpihak kepada rakyat Indonesia yang sedang berjuang mempertahankan kemerdekaan dari Belanda.
Ia membelot dan bergabung dengan para pejuang lokal di wilayah Garut dan sekitarnya.
Ikut Bertempur Bersama Pejuang Garut
Dalam perjuangannya, Yang Chil Seong dikenal memiliki kemampuan militer yang baik.
Ia membantu pejuang Indonesia dalam berbagai operasi perlawanan terhadap tentara Belanda.
Tidak banyak yang tahu bahwa di Taman Makam Pahlawan (TMP) Tenjolaya, Kabupaten Garut, terdapat makam seorang pejuang kemerdekaan yang berasal dari Korea.
Baca Juga:Timnas Futsal Indonesia Raih Posisi Runner-Up AFC Futsal Asian Club 2026Surabi Papandayan, Warisan Kuliner Sejak 1960
Sosok tersebut adalah Yang Chil Seong, seorang pemuda asal Korea yang memilih mengorbankan hidupnya demi kemerdekaan Indonesia. Kisahnya menjadi bukti bahwa perjuangan melawan penjajahan tidak mengenal batas negara.
Awal Kedatangan Yang Chil Seong ke IndonesiaYang Chil Seong datang ke Indonesia pada masa pendudukan Jepang di Perang Dunia II. Saat itu, Korea berada di bawah kekuasaan Jepang, sehingga banyak pemuda Korea direkrut dan dikirim sebagai tenaga militer ke berbagai wilayah jajahan, termasuk Indonesia.
Namun, situasi berubah drastis setelah Jepang menyerah pada tahun 1945.Alih-alih kembali atau tunduk pada kekuatan kolonial, Yang Chil Seong justru memilih berpihak kepada rakyat Indonesia yang sedang berjuang mempertahankan kemerdekaan dari Belanda.
