RADARGARUT– Hari Pers Nasional (HPN) diperingati setiap tanggal 9 Februari sebagai penghormatan atas perjuangan dan kontribusi pers dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pada tahun 2026 ini, peringatan HPN jatuh tepat pada hari ini dan mengusung tema besar “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”.
Tema ini menjadi seruan kuat bagi seluruh insan pers untuk terus menjaga integritas, independensi, dan profesionalisme di tengah tantangan era digital, disrupsi teknologi seperti kecerdasan buatan serta dinamika ekonomi dan politik nasional.
Adapun makna dari tema Hari Pers Nasional tahun 2026 ini adalah:
Baca Juga:Timnas Futsal Indonesia Raih Posisi Runner-Up AFC Futsal Asian Club 2026Surabi Papandayan, Warisan Kuliner Sejak 1960
Pers Sehat
Ini mengacu pada pers yang independen, profesional, berintegritas, dan bebas dari intervensi politik maupun kepentingan bisnis sempit.
Di era lalu lintas informasi yang sangat banyak dan hoaks, pers sehat menjadi penjaga kebenaran, mengedukasi publik, serta mengawal demokrasi.
Ekonomi Berdaulat
Pers dituntut mandiri secara finansial agar tidak bergantung pada iklan atau sponsor yang bisa mengganggu independensi.
Kemandirian ekonomi media mendukung jurnalisme berkualitas dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Bangsa Kuat
Pers yang sehat dan ekonomi media yang berdaulat akan menghasilkan bangsa yang tangguh, berdaya saing, serta mampu menghadapi tantangan global.
Pers berperan sebagai perekat persatuan, pengawal keadilan sosial, dan penggerak kemajuan.
Di era digital, pers tidak hanya menyampaikan berita, tapi juga melawan disinformasi, mendukung literasi media, dan mengawal pembangunan berkelanjutan.
Baca Juga:Sebelum Ngopi Pagi, Ini Hal Yang Wajib Kamu Perhatikan!Presiden Prabowo Soroti Kasus Kekayaan Alam Indonesia Yang Memprihatinkan
Dilansir dari beberapa media, Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, H. Aceng Maliki menyampaikan bahwa Hari Pers Nasional merupakan momentum bagi pers Indonesia untuk memperkuat integritas dan profesionalisme pers.
Sehingga dengan adanya hal tersebut pers Indonesia dapat secara aktif berkontribusi pada perekonomian dan ketahanan bangsa Indonesia.
“Tema ini sangat relevan. Pers yang kuat itu bukan hanya pers yang bebas tapi juga pers yang kredibel dan profesional, serta berpihak pada kepentingan publik. Disitu letak peran dan kontribusi pers bagi ekonomi dan ketahanan bangsa,” katanya.
Peringatan HPN 2026 mengajak semua pihak mulai dari pemerintah, masyarakat, dan pelaku industri untuk mendukung pers yang sehat melalui regulasi yang adil, perlindungan hukum bagi jurnalis, serta kolaborasi membangun ekosistem informasi yang bertanggung jawab. (*)
